src="https://ajax.googlelapis.com/ajax/libs/jquery/1.8.3/jquery.min.js"type="text/javascript">

Sunday, June 19, 2016

Tentang Perasaan....

Sesungguhnya Al Qur'an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia agar slalu dijalan yang benar dan lurus.

Imam al-Baghawi di dalam tafsir Ma’âlim at-Tanzîlmenjelaskan, “Al-Quran merupakan penjelasan atas segala sesuatu yang diperlukan berupa perintah dan larangan, halal dan haram serta hudud dan hukum-hukum.”
Dalam Al Qur'an telah jelas diatur tata cara pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Yang jikalau kita semua mematuhinya, ga akan ada tuh istilah baper dan galau 😢.

Dan adalah saya, manusia congkak yang seringkali tidak mengindahkan apa yang sudah Allah firmankan di dalam Al qur'an. Yah saya, yang berjiwa tomboy dan merasa selalu mampu menjaga hati ini a.k.a susah jatuh cinta, kini tengah dilanda galau gulana gegara lawan jenis.
Berawal dari pertemanan yang ga biasa dengan seorang laki2, saya merasa senang bisa ketemu lagi dengan sahabat di masa kecil yang inspiratif. Di mulai dari rasa ingin menyambung tali silaturahmi yang lama terputus dan ingin belajar menjadi lebih baik lagi dari si sahabat, justru menjadi bumerang bagi hati ini. Rasa sayang sebagai sahabat disinyalir mulai berubah haluan.
Sebagai manusia yang selalu mencari pembenaran, awalnya saya berkata ini perasaan wajar. Saya menyayangi dia sebagai sahabat. Rasa hormat dan kagum saya pada Ibundanya lah yang menyebabkan saya selalu ingin melihat dia mendapatkan yang terbaik, berharap dia bisa selalu menjadi penyalur pahala bagi kedua orangtuanya. Sebelumnya saya selalu berprinsip, sahabat yah sahabat.. Ga akan pernah berubah rasa. Toh, kami jg belum pernah bertatap muka sama sekali. Ahh..saya memang benar2 congkak.

Saya mulai tersadar bahwa perasaan ini tidak pada tempatnya, ketika setiap saat saya mulai ga bisa berhenti memikirkannya. Selalu khawatir dan ingin tau keadaannya. Dalam doa-doa saya, namanya juga selalu terselip, berharap dia selalu mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, berharap dia selalu jadi anak sholeh kebanggaan ayah ibunya. Ketika dia meminta pertolongan, saya merasa dia sudah menjadikan saya bagian dari hidupnya. Ketika saya curhat dan dia memberi solusi yang mengademkan hati, saya pun merasa dia adalah orang yang bisa membimbing saya. Saat dia sedikit bercerita tentang dirinya, rasanya ingin selalu menemaninya menghadapi hidup ini. Hati pun mulai bertanya tanya bagaimanakah perasaannya pada saya. Dan perasaan2 lain mulai muncul membuat resah. Yah, istilah masa kini nya saya sedang dilanda baper 😫.
Seorang kakak sholcant (sholehah cantik) mengatakan, menyukai seseorang itu adalah fithrah. Apalagi pada seseorang yang memang pantas di idolakan seperti si sahabat ini. Tapi, apapun alasannya, saya dan dia tetap bukanlah muhrim. Jadi, hubungan persahabatan ini harus segera dibatasi.
Ya..Ya..Ya...saya juga ga mau mengulang kesalahan di masa lalu. Ga mau  lagi menghabiskan waktu berharap hal yang ga pasti pada seseorang. Dan saya juga ga mau lagi nangis dan menyesal ketika menghadapi kenyataan bahwa seseorang itu bukanlah jodoh saya.
Saya juga ga mau, bila akhirnya semua pengharapan tidak terkabul, saya akan sibuk berusaha melupakannya. Padahal, dia adalah sosok yang baik banget, begitu juga keluarganya. Bisa mengenalnya adalah salah satu bentuk sayang Allah pada saya. Sungguh beruntung saya dipertemukan dengan laki2 baik, yang menghargai dan menjaga saya dari harapan2 palsu. Apa jadinya hati ini bila dia bukan laki2 baik 😭
Sungguh sulit memang mengusir perasaan ini. Apalagi harus menjauh tiba-tiba. Tapi saya juga ga mau menjadi orang yang ga tulus. Saya ga mau menyayanginya dengan harapan tersembunyi, yang hati saya sendiripun ga mau mengakuinya. Bener banget kata kakak sholcant....sayang ga berarti harus memiliki. Saya harus belajar menyayanginya dalam diam. Cukuplah doa doa saya dari jauh, mengharapkan Allah selalu menjaganya, selalu memberikannya kemudahan, kebahagiaan dan semua mua yang terbaik untuknya. Bila berjodoh, entah bagaimana caranya, biar Allah yang akan mengatur perjumpaan kami.
Apa saya bisa menjauh?? Hiks...rasanya berat...
Allah, mohon beri kemudahan....mohon jaga hati ini...ampuni hambaMu ini 😭





No comments: