src="https://ajax.googlelapis.com/ajax/libs/jquery/1.8.3/jquery.min.js"type="text/javascript">

Wednesday, February 24, 2010

Semoga....

Malam ini teringat cuplikan kisah Asma Nadia dalam bukunya "Catatan Hati Di Setiap Sujudku". Dimana dia bercerita bahwa sebuah doa yang dipanjatkan putrinya, Caca, membuatnya tercenung. Doa itu adalah : ”Aku berdoa semoga hubunganku dengan bunda lebiiih eraaat lagi!”.
Yup..doa yang begitu sederhana tapi dalam sekali maknanya. Terkadang kita lupa untuk berdoa seperti itu. Saat tengah bercanda dengan mama dan bapak, saat asyik bergurau dengan saudara, saat bercengkrama dengan sahabat2.. Sejenak teringat betapa banyak kisah yang telah terjadi, orang tua dan anak yang saling bermusuhan, sesama saudara yang saling menyakiti ataupun sahabat yang saling mencelakakan. Naudzubillahimindalik...
Rabb...mulai saat ini..aku juga memohon..semoga hubunganku dengan semua orang dalam hidupku bisa lebih erat lagi. Saling menyayangi, saling mengingatkan dan saling support dalam hal kebaikan. Semoga lisan ini terhindar dari kata2 yang menyakitkan...semoga gurauan yg tercipta tak pernah melukai siapapun..dan semoga hati ini penuh cinta dan kasih terhadap sesama.
Dan bila dulu aku berdoa agar dapat slalu hidup bersama orang-orang yang kucintai...kini aku hanya memohon..semoga aku bisa slalu mencintai orang2 yang ada dalam hidupku...

Wednesday, February 17, 2010

Tulus En Ikhlas...

Notes ini dari kisahku bersama seorang sahabat tercinta.
Suatu saat ketika aku dan sahabatku berdiri di tepi jalan menunggu bis, seorang ibu separuh baya dengan anaknya menghampiri kami dengan wajah sedih. Dengan terbata bata dia bercerita kalo dia mau pulang ke desa, tapi tak punya ongkos krn dompetnya abis dicopet. Sahabatku bertanya pada si Ibu berapa ongkos utk pulang ke desanya. Si Ibu menjawab..ongkos bis ke desanya 12 rb per org. Dan seketika sahabatku mengeluarkan selembar uang 50 rb-an lalu menyerahkannya ke ibu itu. "Segini kurang tidak,Bu"..tanya sahabatku itu. Dan si Ibu dengan wajah sumringah menyambut uang itu sambil menggeleng-geleng..."ini cukup,nak..cukup". Kemudian setelah mengucapkan terima kasih berkali-kali si Ibu pergi bersama anaknya. Aku menatap sahabatku dengan sebuah pertanyaan, tapi sebelum mulutku berucap...sahabatku langsung berkata..."Please,mbak...s
aat ini jangan bertanya ato mengucapkan sesuatu yang bisa mengurangi keikhlasanku". Dan kuurungkan niatku untuk bertanya padanya pada saat itu.
Setelah sekian lama kejadian itu berlalu...kuberanikan diri untuk bertanya lagi pada sahabatku itu. Kenapa,saat itu dia begitu mudah mengeluarkan uang untuk Ibu tua itu. Apa dia ga takut tertipu, krn modus pura pura kecopetan itu sudah sering kulihat di terminal2 bis. Dan kenapa saat itu aku ga boleh berkata apapun padanya.Sahabatku tersenyum...dan menjelaskan. "Saat aku memberi ibu itu uang..aku hanya memposisikan andai diriku seperti si Ibu. Yang terpikir olehku..dia benar2 membutuhkan uang. Dan karena aku memang habis menerima rejeki lebih, apa salahnya klo kubagi padanya. Masalah dia menipu ato ga itu urusannya dengan Allah, mbak. Dan aku ga mo mengurangi keikhlasanku dengan memikirkan itu.Karena itu juga aku ga membolehkan mbak mengucapkan sesuatu yang bisa membuatku berpikir negatif". Subhanallah...Allah telah menciptakan hati yang demikian bening untuk sahabatku. Begitu tulus dan ikhlas...
Sejak itu kurenungi lagi..betapa sering berpikirnya aku setiap akan membantu orang lain. Takut ditipu..takut nantinya malah dimanfaatin terus...takut bantuanku di asumsikan lain...dan bla..bla..bla..begitu banyak pikiran negative yang terkadang muncul. Padahal bila setiap keinginan membantu orang lain itu tulus en ikhlas karena Allah semata..insya Allah apa yang kita lakukan tak pernah sia-sia.

Thursday, February 11, 2010

Tersenyumlah..en semuanya akan baik-baik saja...:)

Seringkali, bila kesedihan menyapa..rasanya dunia ini seakan runtuh. Rasanya diri terperosok dalam pedih, seakan kebahagiaan tak pernah mendekat. Rasanya seperti orang yg paling malang di dunia.
Padahal...dalam sebuah kesedihan, selalu ada hikmah yang bisa dipetik. Dalam keterpurukan...bisa kita temui sahabat2 yang setia menemani, memberi nasihat, menguatkan dan selalu mengingatkan.
Didunia ini tak ada yang abadi, demikian pula kesedihan. Dikala sedih melanda...yakinlah..semuan
ya akan berakhir. Serahkan semuanya pada Pemilik Hidupmu.Lalu...tersenyumlah..en semuanya akan baik-baik saja...:)

Tuesday, February 02, 2010

Cintaku Hanyalah Tulus...

Saat aku mencinta...jangan pernah bertanya apa penyebab cintaku...
Yang aku tau...aku hanyalah mencinta...
Saat aku mencinta...tak banyak yang bisa kuberi..
Hanya Doa yang mengalir setiap saat dari relung hati terdalam...
Saat aku mencinta...jangan pernah coba tuk memadamkannya...
karena cintaku hanyalah Tulus...yang hanya berharap kebahagiaan sang tercinta...
Karena cintaku adalah kumohonkan dari Sang Maha Pecinta...
"Rabb...beri hamba hati yang selalu penuh cinta..."

Rabb, Ajari Hamba untuk Pandai Bersyukur.....

Beberapa hari ini....penuh dengan muram bagiku. Beberapa hal telah membuatku sedih dan merasa sangat tak berarti. Dalam sujud-sujudku...tangisku hanyalah untuk diriku sendiri. Hingga Sang Pecinta Sejatiku...membukakan hatiku, bahwa hidupku bukanlah untukku sendiri. Seorang sahabat bercerita mengenai musibah yg dialami adik tercintanya. Sebagai seorang kakak, aku bisa merasakan kesedihan itu. Tak bisa kubayangkan andaikata adikku yang mengalaminya. Dan..dalam sujudku...mulai kusisipkan doa untuk sahabatku itu dan keluarganya. Dan makin kumohonkan keselamatan bagi seluruh orang-orang yang kucintai.
Satu kisah sedih sahabat tercintaku telah menyentuh hatiku. Betapa ada kesedihan yang lebih sedih dibandingkan kesedihanku. Sejak itu...mulai kukuatkan lagi diriku...kuteguhkan hatiku...kutumbuhkan kembali semangatku...Mungkin aku telah kehilangan banyak hal...tapi..selalu Allah memberikan lebih banyak lagi dari kehilangan itu. Kebahagiaan...senyum...dari sekitarku adalah hal yang paling berharga.
Rabb,ajari hamba untuk pandai bersyukur...