src="https://ajax.googlelapis.com/ajax/libs/jquery/1.8.3/jquery.min.js"type="text/javascript">

Sunday, January 18, 2009

Betapa Aku MerindukanMu..

Pernahkah kalian merasa begitu sendiri?Penat dengan segala rutinitas dan masalah kehidupan?Yup..itulah yang beberapa hari ini aku rasakan. Bahkan, sempat membuatku meneteskan air mata karena merasa begitu lelah dan sendiri. Semua senyum dan perhatian yang aku berikan kepada sekelilingku terasa palsu. Karena jiwaku sendiri terasa sangat kosong. Duh..bener2 seperti orang yang tak beriman.
Namun Allah tak pernah membiarkan hambaNya terpuruk terlalu dalam. Melalui seorang anak kecil, hatiku terbuka untuk bisa mensyukuri lagi apa yang telah ku miliki. Anak yang masih berusia sekitar empat tahun itu sudah harus menemani ibunya mengamen. Dengan suara cadelnya dia menyanyikan lagu2 yang tak seharusnya dinyanyikan oleh anak seusianya. Sungguh berbeda dengan diriku saat seumuran dia. Sangat berbeda.
Aku sangat malu padaMu ya,Rabb. Tetesan airmataku telah tumpah hanya untuk memikirkan kehidupan duniawiku yang hanya sementara. Padahal bila harus menangis untuk itu..masih banyak hal yang mustinya aku tangisi. Anak kecil pengamen itu, atau sodara2 korban perang di Gaza sana. Bukan menangisi diri sendiri.
Tak seharusnya pula aku merasa sendiri, karena sesungguhnya Engkau tak pernah meninggalkanku. Aku sendiri yang telah melangkah menjauhiMu, melupakanMu. Sudah berapa malam yang kini aku lewatkan tanpa menemuiMu lagi. Karena capek kerja, itu penyebabnya. Padahal pekerjaan yang telah kudapatkan ini adalah karena KemurahanMu.
Ya Rabb...kini kusadari mengapa jiwaku terasa kosong. Karena sesungguhnya aku sangat merindukanMu. Aku rindu menemuiMu lagi di malam senyap. Saat2 dimana aku merasa bahwa Engkau begitu dekat. Saat2 aku bisa mengadukan semua gelisah dihati. Saat2 aku menangis hanya untuk akhiratku. Ya Allah, aku rindu padaMu..

Sunday, January 11, 2009

Aku ini siapa??

Hari ini aq dapat perenungan baru. Untuk lebih menelusuri keikhlasanku dalam melakukan sesuatu. Hari ini, aku lembur en merasa sangat amat lelah sekali (lebay ga siy...??Hehe). En seperti biasa ketika aq merasa sangat lelah en membutuhkan kenyamanan dalam perjalanan, aq memilih untuk menunggu bis kesayanganku (Bis patas Ac warna biru). Dan betapa bersyukurnya aq, karena tak harus menunggu terlalu lama. Dalam waktu singkat bis tersebut datang dengan kondisi masih sedikit penumpang. Dan aq pun bisa dapat tempat duduk untuk merebahkan tubuh yang letih ini. Yang membuatku lebih bersyukur lagi, karena begitu aq masuk ke dalam bis, langit menumpahkan semua bebannya. Hujan deras sekali.
Belum separuh perjalananku bis sudah terisi penuh. Bahkan sudah ada beberapa penumpang yang berdiri. Aq tak terusik dengan itu. Karena penumpang yg berdiri itu semuanya laki2 dan masih muda. So,aq tetap merebahkan badanku dengan nyaman. Namun kenyamanan itu lenyap ketika bis berhenti di sebuah pasar, dan naik wanita tua dengan baju lusuh dan basah. Ibu itu sempat terlihat memelas pada kondektur karena hanya bisa membayar tarif bis biasa. Dan Pak kondektur yang baik hati itu pun tak mempermasalahkannya. Yup,mungkin hanya itu uang si Ibu tua yg tersisa. Mungkin dia tak tahan berdiri lebih lama lagi untuk menunggu bis biasa. Sehngga tak ada pilihan lain selain menumpang di bis ini dan menghilangkan semua rasa malu untuk membayar kurang seribu lima ratus perak.
Aq terus memperhatikan ibu tua itu. Terlihat sekali kalo dia malu akan hal itu. Dia tak terlihat berusaha merebut kursi yang di tinggal turun penumpangnya. Dan pemuda2 yang berdiri tadi, juga tak ada yang mempersilakan ibu itu untuk duduk lebih dulu. Mungkin mereka juga sangat letih, sehingga memilih berpura2 tak melihat ada seorang wanita tua yang masih berdiri. Sempat terlintas di hatiku untuk melakukan hal itu juga. Berpura2 tak melihat. Namun saat kucoba untuk memperoleh kenyamananku lagi dengan memejamkan mata, bayangan mama,bude2ku,almh emak en semua wanita2 tua yang kukenal berkelebat dalam pikiranku. Bagaimana bila mereka yang berada dalam posisi ibu tua tersebut?Apakah aku tega membiarkan mereka letih berdiri?Dalam hitungan detik mataku terbuka kembali dan tanganku melambai pada ibu tua tersebut. Mempersilahkan beliau untuk duduk. Si ibu dengan takut2 mendekatiku. Aq sedikit susah payah untuk bisa mengerti kata2 yg beliau ucapkan, karena beliau menggunakan bahasa jawa yang halus (Amboi..aq ini jauh lebih muda drnya. Tapi dia berbicara sangat sopan denganku). Beliau menolak tawaranku untuk duduk dikursi yang kutempati. Dia takut aq capek berdiri. Dan dia mengatakan kalo bajunya basah dan kotor, dan dia membayar kurang untuk naik bis ini. Ya..Rabb,aq ga tau harus berkata apa. Ini bukan bis milikku. Aq juga hanya penumpang seperti beliau. Sampe akhirnya aq bisa meyakinkan dia kalo aq kuat berdiri, wanita tua itu dengan mata berkaca-kaca berterima kasih padaku.
Rabb..aq malu sekali menerima ucapan terima kasih itu. Aq ini siapa? Terlebih aq mempersilahkannya duduk karena aq tak ingin suatu saat orang2 tercintaku mengalami hal yg sama seperti beliau. Dan aq juga melakukan ini karena aq juga sering menerima perlakuan ini dari penumpang laki2 (dan selama ini aq menerima perlakuan ini dengan rasa terimakasih yg biasa2 aja. Karena menurutku seorg laki2 sejati memang harus mendahulukan wanita untuk duduk.).
Ucapan terimakasih ibu tadi dan mata kaca2nya membuatku malu. Rabb..ampuni aq kalo selama ini semua yg aku lakukan adalah karena pamrih. Ampuni aq ya,Rabb..

Sunday, January 04, 2009

Tears For Palestine..




Apa yang ada dalam benak tentara israel saat melakukan penyerangan ke Palestina?Sudah tulikah mereka sehingga tak mendengar jeritan ketakutan dan kesakitan dari anak2 palestina?Sudah butakah mereka untuk bisa melihat penderitaan di wajah orang2 tak berdaya itu?Sudah bekukah hati mereka untuk bisa merasakan semua kepedihan rakyat palestina?
Ya Rabb...bukakan mata hati dan telinga bangsa israel. Agar mereka tau bahwa apa yg mereka lakukan telah membuat ribuan juta manusia menangis. Agar mereka segera menghentikan semua perang ini.




Saturday, January 03, 2009

She is....

Waktu kecil dulu aq suka protes kenapa aq ga punya sodara perempuan. Secara sejak kecil aq hidup di perantauan. Jauh dari sodara2 sepupu yang kebanyakan perempuan. Lingkungan sekitar rumah saat itu juga minim dari anak perempuan.
Terkadang suka iri dengan temen2 yg punya mbak ato adik cewe. Mereka bisa curhat bareng,main masak2an,main boneka...pokoknya bisa main yg berbau2 cewe. Sampe2 aq berdoa siang malem minta sodara perempuan sama Allah. En ternyata baru sekarang kusadari, doa masa kecilku itu telah dikabulkan oleh Allah. Sepanjang perjalanan hidupku yg selalu di perantauan itu, aq telah dipertemukan dengan sahabat2 cewe yang seperti sodara sendiri. Mereka selalu mendengarkan curhatanku & mengajariku hal2 tentang cewe. Berlanjut terus sampe di tempat kerja. Aq selalu memiliki teman2 cewe yg menganggapku seperti sodara mereka. Eitss..tapi itu bukan berarti aq ga sayang sama sodara2 cowo ku lho..Coz, aq tetep sayang sm mereka. Bagiku mereka tetep the best brother in the world dehh..<-Lebay MODE ON-> :). Buktinya, ga pernah lupa di tiap do'aku selalu kupinta padaNya, agar mereka (ke-5 brotherku) diberikan pendamping hidup wanita yang terbaik.
En ternyata doaku untuk mereka itu juga berefek padaku. Tau kenapa..karena itu berarti aq akan punya sodara perempuan lagi...Yippie..:)
Air mataku sampe mengembang waktu salah seorang brotherku resmi mengumumkan hubungan seriusnya dengan seorang wanita. Duh..seneeeng banget. Walo saat itu aq belum kenal dekat dengan kekasih brotherku itu, aq merasa dia adalah yg terbaik. Melihat dari tulisan yg dibuat Brotherku di MPnya tentang kekasihnya itu :
"Pertemuan dengan dirinya membuat perubahan luar biasa. Saya merasa nyaman bersandar pada dirinya. Sekedar menceritakan sekelumit masalah di kantor, misalnya. Meskipun sering tanpa solusi , tapi renyah tawanya membuat semua beban itu menguap begitu saja. Saya mulai belajar arti keceriaan dirinya, semua masalah menjadi bukan masalah lagi sekarang.
Dirinya adalah wanita yang luar biasa di mataku. Satu-satunya wanita yang bisa bikin laki-laki ini merelakan tidak jadi nonton Kungfu Panda, dan ganti nonton Sex in the City . Dan hebatnya, semua dilakukan tidak dengan terpaksa, tapi ketulusan untuk melihat senyum bahagia di wajahnya. Mungkin begitulah indahnya arti berbagi yang ku pelajari saat dekat dengannya. Perubahan luar biasa bagi seorang laki-laki yang katanya sangat dominan dan cenderung mempengaruhi ini...
Saya juga belajar arti kesempurnaan dari dirinya. Bahwa sempurna itu bukanlah berarti tanpa cacat. Tapi kemampuan untuk saling menerima kekurangan, dan memperbaikinya bersama tanpa kehilangan rasa hormat. Dan kami melakukannya. Mulai dari caraku untuk membangkitkan keberanian dia untuk serius dan berani mengambil keputusan, dan caranya untuk mengajari aku untuk memahami arti berbusana yang baik dan benar .
Malam ini, sebagaimana kebiasaannya di penutup hari, saya mencoba mengurai semua yang telah terjadi dalam hari ini. Kesimpulan tentangnya masih sama : Dia adalah anugerah yang begitu aku syukuri...".
Yup..en semakin aq mengenal kekasih brotherku itu, semakin aq menyayanginya juga. She teach me about Happyness (Happy all the time ya,sis? :) ). Semangat en ketulusannya terhadap org lain juga mampu memberikan aura positif untuk semua org di sekitarnya. En She give us new family. .
Welcome di istana qta ya,sis...Love U..