| Hihihi..ini adalah puisi lucu tapi dalem yang aq dapet waktu browsing di si dudung Secara, masih ada sahabat dan saudara yg memang masih menunggu .. Untuk Calon Istriku |
| Oleh : Cucuk Hariyanto |
| Assalammu'alaikum Wr... Wb... Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care... Hm... menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?! Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya, Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif Karenanya wahai bidadari dunia... Ukhtiku... Ukhtiku... Wahai perhiasan terindah... Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil Ukhtiku... Ukhtiku... Ukhtiku...
Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat Ukhtiku... Bila kau jadi istriku kelak, Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat, Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini, Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahulu (Dewi Khayalan - Daun Band) Ya Allah... Ya Allah... Wassalamu'alaikum Wr... Wb... Penuh Cinta Selalu Untuk Selamanya, Fillah... |
"Hendaknya kita menyadari bahwa musibah yang menimpa kita bukanlah untuk memusnahkan kita, sesungguhnya kehadiran musibah tersebut hanyalah untuk menguji sampai dimanakah kesabaran kita"(Ibnu Qayyim). Roda kehidupan tak pernah berhenti berputar. Setiap manusia selalu mengalami perputarannya. Saat duka menghampiri, janganlah bersedih..yakinlah bahwa bahagia akan segera menghampirimu. Sesungguhnya kehidupan ini selalu indah bila kita pandai bersyukur dan mencari hikmah dalam setiap kejadian.
Sunday, November 23, 2008
Buat yang sedang menanti...
Cinta yang Indah...
Kalimat diatas adalah pertanyaan dari seorang sahabat melalui sms. Sejenak aq tercenung, bingung berkata apa. Bisa kupastikan pengirimnya pasti sedang memiliki masalah dengan pasangannya. Dan tanpa bermaksud menggurui, kubalas pertanyaannya dengan bahasa hati2 yang intinya adalah Mencintailah dengan ikhlas hanya karena Allah SWT.
Yup..aq bisa berkata begitu, karena memang hanya itulah caranya. Aq sudah pernah mengalaminya. Saat orang yang kita cintai menyakiti hati, sudah pasti sakit sekali rasanya. Sampai2 hal itu membuatku ingin memadamkan semua cinta di hatiku. Berminggu2, dalam setiap sujudku kumohon agar perasaan sakit itu sirna dari hatiku. Hingga Allah menunjukkan berbagai kejadian padaku mengenai indahnya cinta. Dan kutersadar, cinta yang sejati hanyalah milik Allah SWT. Mengapa qta merasa tersakiti oleh cinta..itu karena qta telah berharap cinta pada makhlukNya. Sejak itu, ku benar2 ikhlas mencintainya hanya karena Allah semata. Segala hal yang telah menyakitiku, telah kumaafkan. Kusadar dia hanya manusia. Apapun yang terjadi tentunya Allah telah memiliki maksud dibalik itu semua. Mulai sekarang musti ingat nasehat Aa Gym dalam ceramahnya, "hati-hati jika mencintai makhluk, jangan sampai karena hadirnya makhluk cintamu kepada Sang pencipta makhluk menjadi berkurang, karena suatu saat nanti makhluk yang kamu cintai itu bisa saja diambil dari kamu". So..mungkin puisi yang aku ambil dr situs fave ini akan jadi doaku ketika aq jatuh cinta lagi nanti...
| Bila Aku Jatuh Cinta |
| Allahu Rabbi aku minta izin Allahu Rabbi Allahu Rabbi Allahu Rabbi Allahu Rabbi Amin ! |
Wanita itu...
Sejak dulu, tanpa bermaksud merendahkan cinta dari seorang bapak, aq sangat mengagumi cinta yang dimiliki seorang mama, ibu, bunda, emak, dan berbagai sebutan lainnya untuk wanita yang hatinya memiliki kasih tak berujung. Dan wanita ini juga telah memperlihatkan warna cinta itu padaku.
Wanita itu..pertama kali mengenalnya, kekagumanku hanyalah karena kepintaran yang ada dibalik penampilan bersahajanya. Yang membuatnya sudah menduduki kursi manager dalam usia yg masih muda. Tak pernah kuduga, dibalik kelembutannya dia memiliki ketegaran yang luar biasa. Beberapa tahun yang lalu, suami tercintanya telah menghadap sang Pencipta. Meninggalkan dia serta kedua putrinya yang masih amat sangat kecil. Sungguh tak bisa kubayangkan bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang telah menjadi belahan jiwa, di saat diri baru saja mulai menapak kebahagiaan. Di saat kedua belah hati mereka sedang lucu2nya. Tapi..semua memang pasti kembali padaNya. Dan hanya Allah lah yang tak pernah meninggalkan kita. Mungkin itulah yang selalu diingat oleh wanita shalehah itu. Dan mungkin juga tanggung jawab atas amanah dariNya untuk membesarkan kedua putrinya membuatnya memiliki ketegaran itu.
Dua minggu lalu, saat dept keuangan mengadakan rekreasi bersama, airmataku mengembang menyaksikan ketegaran itu. Dengan tubuhnya yang mungil, dia berperan sebagai ibu sekaligus ayah untuk kedua putrinya. Tas ransel yang disandangnya ternyata sangat berat (aq sempat mencoba membawanya). Belum lagi saat putri bungsunya kelelahan dan meminta di gendong. Dari menyuapi sampai menemani berenang, ia lakukan sendiri dengan penuh cinta. Ya, Rabb...itu hanya secuil ketegaran fisik yang bisa kulihat. Tak bisa kubayangkan bagaimana dia melewatkan malamnya sendirian, saat harus menyaksikan sendiri kedua putri kecilnya tumbuh menjadi gadis2 yang lucu. Ya..Rabb, aq jadi malu pada diriku sendiri. Bagaimana dulu aq menangis hanya karena kehilangan seorang pria yang bukan siapa2ku. Sungguh, saat itu aq lupa bahwa sebenarnya aq tak pernah sendirian. Saat itu aq lupa ada cinta yang tak pernah menyakitiku, yaitu CintaMu ya,Rabb..
Dengan penuh sayang kucium kedua putri kecil wanita itu. Segenap doa akan selalu kumohonkan bagi mereka. Semoga Engkau selalu memberi anak2 lucu ini kebahagiaan ya,Rabb..juga pada mama mereka. Terima kasih ya Allah, karena Kau telah mempertemukan aq dengan mereka. Kasih yang dimiliki wanita itu hanyalah bagian kecil dari satu rahmat yangKau berikan pada kami. Namun itu sudah terasa sangat indah, sekali lagi telah kau tunjukkan padaku kebesaran cintaMu..
Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya Allah SWT memiliki 100 rahmat kasih sayang. Sebanyak 99 Ia simpan untuk hamba-hamba-Nya nanti di akhirat, sedangkan satunya Ia turunkan kepada umat manusia. Dengan hanya satu rahmat inilah, manusia satu dengan yang lainnya saling mencintai.” (HR Bukhari-Muslim).