src="https://ajax.googlelapis.com/ajax/libs/jquery/1.8.3/jquery.min.js"type="text/javascript">

Sunday, June 29, 2008

Memories with Emak

Apabila kita mau membuka mata dan hati lebar-lebar, tentulah setiap detik hidup kita takkan pernah sia-sia. Kita akan mendapatkan banyak ilmu setiap saat. Begitu banyak guru disekitar kita, karena sesungguhnya segala sesuatu yang ada di alam semesta ini selalu memberikan petunjuk bagi siapa pun yang mau membaca. Bagiku Almarhumah nenekku adalah salah satu guru besar kehidupanku. Beliau adalah satu-satunya nenek yang kukenal. Emak, begitu seluruh anak, cucu dan cicitnya memanggil beliau, adalah wanita perkasa yang memiliki lautan cinta dan kesetiaan tak terbatas terhadap semua orang. Cinta dan kesetiaannya pada suami terbukti dari kesendiriannya sejak ditinggal mbah meninggal. Walopun saat itu emak masih muda, tapi hingga akhir hayatnya beliau tak pernah menikah lagi. Cinta sejatinya benar-benar hanya untuk mbah. Cinta dan kesetiannya pada anak terlihat dari kasihnya terhadap seluruh anak dan cucunya. Masih teringat benar, bagaimana Emak selalu rajin menjenguk kami sekeluarga, walopun harus menyebrangi lautan diusianya yang sudah senja. Kemanapun anak-anaknya pergi…beliau selalu menyempatkan diri untuk menjenguk. Dan itu berlaku hingga akhir hayatnya. Begitupun terhadap keluarga dan sanak tetangga. Setiap ada yang sakit ataupun kesusahan, Emak ga pernah absen untuk datang. Beliau akan sedih luar biasa bila tidak bisa datang. Emak tak pernah memutus tali silaturahminya. Hingga akhir hayatnya, tak pernah dia melupakan orang-orang dalam hidupnya. Memberiku pelajaran moral, bahwa silaturahmi yang baik dapat meghindarkan kita dari kepikunan.
Dari Emak, aku mendapatkan pelajaran tentang cinta dan kasih terhadap sesama. Beliau selalu memperhatikan orang-orang yang susah. Bahkan beliau selalu bilang bahwa terkadang kita harus membeli sesuatu karena kasihan pada penjualnya, bukan karena butuh. Tak ada ruginya, selama yang kita beli itu adalah sesuatu yang baik. Karena itu, hampir semua orang jualan selalu mengenal beliau. Ahh…aku sangat mencintaimu,Mak. Karena engkaulah juga..aku bisa memiliki mama yang selalu menolong orang lain. Dan mama juga mengajarkan semua itu padaku. Aku janji, pelajaran ini akan selalu aku terapkan sepanjang umurku. Dan kelak akan aku wariskan pada anak cucuku.
Tak pernah bosan aku mendengar seluruh cerita-cerita Emak. Mulai dari saat beliau menikah dengan mbah, laki-laki yang baru dikenalnya saat hari pernikahannya. Cerita saat-saat jaman perang dahulu, hingga cerita saat mbah pergi meninggalkan emak untuk selamanya. Sejak pertama mendengar cerita beliau, aku yang saat itu masih kecil sudah bisa menyimpulkan betapa tegarnya emakku ini. Beliau adalah tipikal wanita mandiri yang tegar. Airmatanya jarang menetes, walopun terkadang hatinya menangis. Itu bisa kulihat ketika beliau bercerita saat mbah meninggal dulu.
”Waktu itu aku ga bisa nangis,Rur. Air mataku ga bisa keluar”, ujar beliau dengan mata menerawang. Aku lihat ada kerinduan disana. Mungkin rindu pada soulmatenya.
Aku ga bisa membayangkan, bagaimana mungkin Emak ga menangis saat itu. Mbah meninggal pada umur yang belum terlalu tua. Meninggalkan Emak dan sembilan orang anak, yang beberapa diantaranya masih kecil. Aku yakin, saat itu Emak pasti sedih luar biasa. Harus berpisah dengan belahan jiwanya untuk selamanya dan menanggung sembilan orang anak. Kalo aku yang menjadi emak, saat itu pasti sudah menangis ga karuan. Mungkin sebenarnya Emak juga menangis. Tapi itu tak diperlihatkannya pada orang lain. Mbah adalah milik Allah, maka ketika Allah mengambilnya kembali mengapa musti menangis, begitu katanya. Emak memang wanita yang tegar dan ikhlas. Walaupun akhirnya aku melihat airmata itu menetes dari pipinya yang keriput, saat anak bungsunya meninggal, ga merubah pandanganku kepadanya. Beliau tetap wanita tegar dan ikhlas yang penuh cinta.
Emak adalah wanita yang rajin dan aktif. Walo matanya telah rabun, hobi merajut dan menjahitnya tak pernah dia tinggalkan. Entah sudah berapa puluh taplak yang beliau rajut untuk dibagi-bagikan. Entah berapa ratus popok yang sudah beliau jahit untuk anak dan cucu, dan cicitnya. Tak terhitung. Sungguh sayang, karena keahlian ini tak menurun pada satu pun anak2 dan cucu2nya. Apalagi aku, yang ketrampilan menjahitnya sangat payah. Sungguh, aku selalu malu sekaligus senang setiap Emak ada dirumahku. Hingga umur sudah tua, beliau selalu bangun pagi. Setiap mau tidur, beliau selalu mengusap-ngusap rambutku dan terkadang memijitiku. Emak adalah nenek yang suka memanjakan cucu-cucunya. Suka belikan jajanan dan bercerita banyak hal. Ga pernah marah ataupun mengomel. Emak juga wanita yang humoris dan gampang akrab dengan orang lain. Bahkan terhadap teman-teman cucunya.
Hal yang paling membekas dalam hatiku adalah keteladanan Emak dalam beribadah. Hingga usia yang sangat sepuh, walo dengan langkah yang tertatih-tatih beliau ga pernah meninggalkan sholat fardhu. Sholat malam pun selalu ditegakkan. Bibirnya selalu berdzikir, mengagungkan asma Allah. Bahkan diakhir hayatnya, beliau meninggal dengan tasbih di tangannya, seusai sholat Shubuh. Insya Allah, beliau khusnul khotimah. Terkabul semua do’anya untuk bisa meninggal secara baik. Tanpa sakit, tanpa merepotkan siapa pun. Ya...hari itu hari Jum’at, tgl 12 Mei 2006, diusianya yang ke-86 tahun, beliau pergi untuk selamanya. Membuat kami semua kaget. Karena sebelumnya Emak tak pernah mengeluh sakit.
Saat Emak pergi, aku menangis tanpa suara. Air mataku tak henti mengalir. Mataku bengkak, hatiku perih sekali. Bukan karena aku tak ikhlas melepas beliau menghadapNya. Tapi karena penyesalanku yang terlambat. Dua hari sebelumnya, mama mengajakku untuk menjenguk Emak. Tapi aku menolak karena capek dan berkata akan pergi sendiri besok. Dan besok malamnya, aku lebih mementingkan lembur dikantor daripada memenuhi janjiku untuk menjenguk emak. Hal yang tak pernah aku lupa, saat dikantor malam itu aku makan nasi goreng. Dan saat aku menyendok nasgor kemulutku, tiba-tiba aku mengalami de javu. Aku merasa seperti berada dirumah emak. Waktu kecil aku sering sekali menginap dirumah beliau. Dan dapat dipastikan aku akan selalu kekenyangan, karena Emak selalu membelikan beraneka makanan. Termasuk nasgor. Tiba-tiba aku juga merasa kangen sekali dengan tante tersayangku, Adik mama yg paling kecil, Almh. Lek Rina. Beliau adalah satu-satunya anak Emak yang meninggal muda. Anak yang selalu menemani emak kemanapun. Saat itu, aku berjanji besok malam aku akan beneran sowan ke emak. Namun...takdir Allah berkata lain. Karena keesokan paginya aku hanya bisa menemui jasad beliau saja. Aku menyesal...sangat menyesal. Aku tak pernah bisa lagi mencium tangan beliau dan merasakan usapannya. Aku tak bisa memohon doa dan restunya lagi. Dan yang paling membuatku menyesal...aku belum sempat bilang kalo aku sangat menyayangi beliau. Mungkin itu ganjaran bagi orang yang tak menepati janji. Mungkin itu juga pelajaran agar aku tak meremehkan waktu. Sejak itu aku belajar, setiap detik yang ada harus dimanfaatkan. Karena aku tak pernah tau sampai kapan aku bisa bertemu dengan orang2 yang aku sayangi.

4 Emak...doaku selalu untukmu. Semoga segala kebaikan yang aku lakukan, yang aku pelajari darimu akan menjadi tambahan amal bagimu. Semoga Allah mempertemukan kita lagi diakhirat nanti. Dalam keadaan berseri-seri bersama-sama menatapNya....Amin.

La Tahzan...Don't Cry..!!

Matahariku (OST. Sinetron Jelita)
By : Agnes Monica

Tertutup sudah pintu, pintu hatiku
Yang dulu dibuka waktu, hanya untukmu
Kini kau pergi dari hidupku..
Ku harus relakanmu walau aku tak mau

Berjuta warna pelangi didalam hati
Sejenak luluh bergeming menjauh pergi
Tak ada lagi cahaya suci
Semua nada beranjak, aku terdiam sepi...

Reff : Dengarlah matahariku...suara tangisanku
Ku bersedih, karena panah cinta menusuk jantungku
Ucapkan matahariku...puisi tentang hidupku
Tentang ku yang tak mampu menaklukkan waktu

Teman Sejati (OST : Walimatul Ursry...hehe)
By : SNADA

* Selama ini ku mencari-cari teman yang sejati
Buat menemani perjuangan suci
Bersyukur kini padamu Ilahi
Teman yang dicari selama ini telah kutemui
Dengannya disisi perjuangan ini
Tenang diarungi bertambah murni kasih Ilahi
Reff : Kepadamu Allah kupanjatkan do’a
Agar berkekalan kasih sayang kita
Kepadamu teman kumohon segenap
Pengorbanan dan pengertian
Telah kuungkapkan segala-galanya
Back to: *
Reff : Kepadamu Allah kumohon restu
Agar kita kekal bersatu
Kepadamu teman teruskan perjuangan
pengorbanan dan kesetiaan kumohon segenap
Telah kuungkapkan segala-galanya

Saat kita patah hati...tentu lagu pertama akan semakin menyayat perasaan. Kita tau bagaimana pedihnya harus merelakan kepergian orang yang kita cintai dari hidup kita, walo sebenarnya kita tak mau. Tapi haruskah kita egois dengan terus-terusan menangis? Tak bisa dipungkiri...saat kehilangan orang ato sesuatu yang kita sayang..tangis itu pasti ada. Perasaan kehilangan akan semua kenangan yang pernah dilalui bersama pasti melukai hati. But...wake up!!Cmon, Girlz...this life must goes on. Lihat sekelilingmu…masih banyak yang harus dilakukan. Ga boleh egois en mentingin perasaan sendiri. Dia berhak untuk bahagia..begitu juga dirimu dan semua orang yang menyayangimu. Bukankah saat kita mengucapkan kata-kata : Aku Cinta Padamu, itu bener2 dari hati. Bukan karena perasaan sesaat, hanya karena dia ada menemani kita saat itu. Bukankah cinta yang tulus ga akan pernah padam walo akhirnya ga bisa terus bersama? Kita harus bisa membedakan antara rasa cinta dengan rasa ingin memiliki (weyyy...nyadur dr AAC the movie,ni). Biarlah semua yang pernah terjadi menjadi kenangan yang terindah. Belajarlah untuk mencintai hanya karena Allah semata. Dengan begitu..saat semua ga berjalan sesuai dengan keinginan, kita akan ikhlas menerimanya. Percaya bahwa Allah yang telah menentukan semua ini. Selalu ada hikmah dari segala kejadian. Bahwa sesuatu yang terbaik sedang dipersiapkan untuk kita. Teruslah berdo’a, memohon kepadaNya. Dan ketika kau telah menemukan cinta sejatimu..maka lagu kedua akan mengiringi ungkapan syukurmu. So...Don’t cry lagi lah..!!:-D

Apapun yang terjadi..berjalanlah tanpa henti
Airmata yang tertahan waktunya tuk dijatuhkan
Nanti kita kan tau betapa bijaknya hidup
Sepahit apapun ini...pelajaran yang berarti

Semoga kepergianmu tak akan mengubah apapun
Semoga bisa kulawan kesepianku...(Melawan Kesepian By Jikustik)

Notes: Buat yang terkadang masih suka nangis. Keep cheerfull...!Semangat...Semangat!!!(ahmasaiyasehbisa..hehe musti bisa ya..)

SEMPURNA

SEMPURNA
By : Andra& The Backbone; Gita Gutawa


Kau begitu sempurna, dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan selalu memujamu

Disetiap langkahku ku kan slalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu

*
Janganlah kau tinggalkan diriku
takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa

**
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku lengkapi diriku
Oh...sayangku kau begitu...sempurna...sempurna

Kau genggam tanganku saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata yang hapus semua sesalku

Back to *, **

Lagu yang keren...Liriknya daleem banget. Walo di dunia ini emang tak ada yang sempurna. Tapi ketika kita melihat seseorang dengan bingkai mata kasih..maka dia akan terlihat sempurna bagi kita. Karena kita mencintainya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dan seseorang yang paling sempurna menurutku di dunia ini adalah seorang mama. Mungkin semua anak didunia ini akan setuju dengan pendapatku, walo dihati kita seorang bapak juga tetap sempurna.
Waktu kecil...aku sempat menyesal lahir sebagai wanita. Lahir diantara saudara-saudara lelaki, membuatku merasa menjadi wanita itu menyebalkan. Terlalu banyak aturan dan hal-hal yang tabu dilakukan. Misalnya: anak perempuan ga boleh suka manjat-manjat, ato anak perempuan itu ga boleh bersiul. Padahal kedua hal itu adalah hal yang paling aku sukai. Aku merasa menjadi wanita itu lemah dan selalu berada di bawah laki-laki. Didikan mama untuk menjadikanku seorang wanita sejati, malah sempat membuatku merasa dianak tirikan. Bahwa anak perempuan itu bertanggung jawab akan rumah dan keluarganya. Bahwa secapek apapun, sesibuk apapun kita kewajiban akan rumah dan keluarga harus tetap dilaksanakan. Walo semarah apa pun kita, tak boleh meluruhkan keikhlasan. Intinya Seorang wanita harus memiliki lautan cinta dan kasih yang tak terbatas. Memiliki kesetiaan, kesabaran dan keikhlasan yang tak berujung. Sungguh melelahkan menjadi seorang wanita...begitu keluhku saat itu.
Hingga waktu mengajarkanku mengerti tentang semua itu. Allah menunjukkan caraNya untuk membuatku memahami bagaimana seharusnya menjadi wanita. Melalui berbagai peristiwa, aku melihat dan mendengar. Dan kini, aku ingin merasakan jiwa wanita sejati tumbuh perlahan-lahan di hatiku. Aku ingin menjadi wanita sejati...muslimah yang baik.
Alhamdulillah...sekarang aku benar-benar bersyukur, karena lahir dan tumbuh dalam ajaran Islam. Karena tak ada agama selain Islam yang benar-benar memuliakan seorang wanita. Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda : Berbuat baiklah terhadap para wanita, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk. Sesungguhnya sesuatu yang paling bengkok ialah bagian atas tulang rusuk. Jika engkau meluruskannya, berarti engkau mematahkannya. Dan jika engkau membiarkannya bengkok, ia tetap bengkok. Oleh karena itu, berbuat baiklah terhadap para wanita (HR. Bukhari-Muslim). Aku tersadar, bahwa sesungguhnya tak ada penilaian khusus antara wanita dan laki-laki di mata ALLAH SWT. Yang membedakan hanyalah ketakwaan kepada-Nya saja.Karena, baik laki-laki maupun wanita mempunyai tanggung jawab masing-masing sebagai khalifah di dunia ini.
Seorang wanita memiliki beberapa fase dalam hidupnya. Diantaranya adalah fase menjadi seorang istri dan ibu. Seorang istri adalah tiang dalam keluarganya. Ibaratnya keluarga adalah sebuah bangunan, maka istri adalah tiang yang bertugas menguatkan atap pelindung (suami). Dengan segenap daya upaya dan do’a kepada ALLAH semata, seorang istri melindungi dan menjaga keluarganya dengan sepenuh hati. Dalam Islam, Sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah seorang istri sholehah. Dan figur seorang istri sempurna ada dalam diri Ibunda Khadijah, istri Rasulullah. Betapa kesetiaannya, kasih sayangnya dalam mendampingi perjuangan sang suami tak diragukan lagi. Seorang istri harus bisa menjadi pelita dalam keluarganya. Menjadi pelabuhan terbaik bagi suaminya untuk melepas semua resah dan gundah. Menjadi penasihat terbaik dan pelipur lara. Subhanallah...aku begitu terkesima waktu membaca buku : KHADIJAH The True Love Story Of Muhammad karya Abdul Mun’im Muhammad terbitan PENA Pundi Aksara. Semoga semua wanita di dunia ini menjadikan beliau sebagai figur panutan. Btw...lebih lanjutnya baca sendiri bukunya aja ya...?
Buat mamaku dan seluruh wanita di dunia ini...buat para mama, ummi, mami, ibu, bunda, emak, mommy...semuanya...aku pengen says thanks. Karena kalian semua adalah inspirasiku...dalam belajar mengenai keikhlasan dan ketulusan cinta.