src="https://ajax.googlelapis.com/ajax/libs/jquery/1.8.3/jquery.min.js"type="text/javascript">

Tuesday, January 29, 2008

APALAH ARTI CINTA

Apalah arti hidup…tanpa cinta
Apalah arti cinta…tanpa kasih
Dan apalah arti diriku....tanpa hadirmu
Apalah arti semua...tanpa dirimu..
Ada dalam pelukku...bersatu selamanya
Karena cintaku ada..untuk dirimu
Memberikan semua yang terindah
Karena kasih suciku hanya untukmu
Yang takkan mungkin hilang dan takkan mungkin sirna...

Apalah arti cinta?Ungu ngejawabnya untukku...Arti Cinta adalah dirimu...belahan jiwaku yang aku nanti. Seseorang yang aku cintai dan mencintaiku sepenuh hati hanya karena ALLAH SWT. Cinta sejatiku, sahabat jiwa raga dan teman seperjuangan dalam mencari ridlaNya. Aku tunggu dirimu, Sayangku...dengan kesabaran dan keikhlasan. Walo wujudmu tak mampu kulukis, tapi hatiku yakin...kau sedang berjuang mencari jalan untuk menemuiku. Karena aku adalah bagian dirimu...tulang rusukmu yang kau cari. ALLAH telah menciptakanku hanya untukmu, untuk menjadi pasangan hidupmu, menemani jihadmu, untuk menjadi perhiasan duniamu yang terindah (Insya ALLAH..). Aku ingin menjadi bidadari dunia dan akhiratmu, teman setiamu dalam duka maupun suka. Dan nantinya hanya ALLAH saja yang bisa membuatku berhenti mencintaimu. Aku nanti hadirmu,Kasihku...dengan lantunan do’a yang tak henti...memohon kepada Our True Love, ALLAH SWT... Rabbana hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a’yun, waj’alnaa lil muttaqiina maamaa...(Ya Rabb, karuniakanlah kepada hamba jodoh dan anak keturunan yang menjadi cahaya mata, dan jadikanlah hamba sebagai penuntun bagi orang-orang yang bertaqwa – QS. Al Furqan, ayat 74). Amin...
Datanglah Cintaku...kutunggu hadirmu....bersamamu akan kuhabiskan waktuku, berjuang dalam menggapai CINTA ALLAH SWT...

• Tulisan ini terinspirasi dari perasaan hati para tokoh dalam novel-novel romantic religi-nya Kang Abik saat menanti soulmatenya (ga nyadur lho,rek...). Terlintas saat lagi ndengerin lagunya Ungu. Sok puitis...sok romantis...tapi bener2 deep from my heart. Whehehe…penantian ku yang belum sampe2 ke ujung. Capek menunggu? Tentu tidak….!!Musti sabar…karena kesabaran menanti akan membuat sebuah pertemuan menjadi begitu istimewa. Betulll??

STORY ABOUT PUTIH DAN BELANG

Kenanganku tentang Putih dan Belang terputar lagi. Kedua kucing kecilku yang malang, yang genap 3 tahun menghilang. Dua ekor hewan kecil yang selalu membuatku bertasbih mengagungkan kebesaran ALLAH SWT. Masih jelas kuingat, tahun 2000, ketika mama dan bapak akan berangkat menunaikan ibadah Haji. Rumah sangat sibuk dengan persiapan syukuran. Saat itu kami melihat dua ekor kucing kecil yang baru bisa berjalan, tertatih-tatih menyebrang ke rumah kami. Dua kucing kecil yang mungkin merasa lapar, sehingga harus mengalahkan rasa takutnya pada kerumunan manusia. Mama selalu mengingatkan kami untuk hati-hati agar kucing-kucing itu tidak terinjak Disela-sela kesibukan kami sempatkan sesekali melemparkan makanan untuk kedua kucing tersebut. Dengan ketakutan, mereka selalu membawa lari makanan itu ke bawah kursi dan meja yang sudah tertata. Pemandangan yang lucu sekaligus menyentuh hati. Saat itu aku bersyukur sekali diciptakan sebagai manusia dan memiliki orang tua yang sangat menyayangi. Dari tetangga depan rumah, aku baru tau kalo anak-anak kucing itu lahir diatap rumahnya. Sebetulnya ada 3 ekor, tapi yang seekor sudah mati, jatuh dari atap. Induknya entah kemana, karena sejak beberapa hari ini kedua kucing kecil itu selalu sendirian. Sedih mendengarnya...sekali lagi aku bersyukur dalam hati. Dan selama sebulan ditinggal ortu berangkat haji, jadilah aku dan saudara-saudaraku punya kesibukan baru, memberi makan dua kucing kecil. Entah butuh waktu berapa lama untuk meyakinkan kedua kucing itu percaya pada kami. Aku masih ingat, awal-awal mereka mendekati rumah kami, selalu dengan pandangan takut dan tubuh yang gemetaran. Saat itu terlintas dalam pikiranku bagaimana perasaan mereka. Apakah hewan juga punya perasaan? Setelah melewati masa-masa perkenalan itu, perlahan mereka mulai berani dan manja kepada kami. Pada awalnya mama sangat ga setuju memelihara kedua kucing itu. Bikin penyakit dan kotor kata beliau. Tapi akhirnya hati beliau luluh melihat wajah-wajah melas itu, dengan syarat mereka ga pernah boleh masuk rumah. Putih dan Belang itu nama mereka. Adikku Johan memberi mereka nama barat Michael Whitey buat Putih, dan Robert Cleret buat Belang (karena bulunya yang sleret2). Sedang aku memberi nama mandarin untuk putih : Siao Tih (artinya Si putih kecil) dan Siao Lang (si kecil belang). Kami sekeluarga sangat sayang sama mereka melebihi rasa sayang kami pada peliharaan yang lain, Si Perki (perkutut kicau), plucky (ayam horen salah asuhan yang kami pelihara dari kecil), ataupun berki (bekisar nakal yang akhirnya mati dengan cara tragis)-semuanya akan aku ceritakan terpisah-. Mungkin karena kedua kucing itu lebih bisa diajak komunikasi (ohh... Andai aku bisa mengerti bahasa hewan sebagaimana mukzizat yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman As). Melihat Putih dan Belang selalu membuat kami sekeluarga berdecak kagum atas kebesaran ALLAH SWT. Mengingatkan betapa Mahanya ALLAH menciptakan begitu banyak makhluk yang bebeda-beda. Putih dan Belang walaupun lahir dari induk yang sama, memiliki fisik dan watak yang berbeda. Putih, badannya berisi (gendut glenuk2), wataknya pembangkang dan bandel, tapi penakut menghadapi kucing lain. Sedangkan belang berbadan atletis (kami sering menyamakannya dgn macan kecil), wataknya pemalu dan penurut, tapi suka bertarung dengan kucing lain. Satu-satunya kesamaan mereka adalah jorok dan kotor. Sama-sama ga suka mandi. Maklum...mereka sejak kecil yatim piatu. Ga ada Induk yang memandikan dengan cara menjilat-jilat tubuh mereka (SUBHANALLAH...setiap induk hewan memiliki cara tersendiri dalam menyayangi anak-anaknya). Hal yang tak mungkin terlupa dlm ingatan, ketika kami sekeluarga lagi ngobrol bersama diruang tamu. Seperti biasa Putih dan Belang ikut duduk manis didepan pintu mendengarkan obrolan kami (terkadang kami suka merasa mereka sok menjadi bagian keluarga ini). Putih yang bandel beberapa kali mencoba untuk menerobos masuk, tapi selalu berhasil kami cegah. Mama yang jengkel, ngomel sambil mengayun-ayunkan sapu lidi. Hal itu ga bikin Putih berhenti dengan aksi nekatnya. Mungkin dia menganggap itu sebagai permainan yang mengasyikkan. Hingga akhirnya, si Belang merasa jengkel dengan tingkah saudaranya itu. Pada saat Putih ancang-ancang untuk menerobos, tiba-tiba Belang menggigit tengkuk saudaranya itu. Menyeretnya kembali keluar. Kaki depannya dipukul2kan ke kepala saudaranya, seolah-olah menasihatinya. Dan si Putih yang bandel itu seperti marah, mereka berdua akhirnya bertengkar, berkelahi diteras, sampe bergulung-gulung. Kami sekeluarga hanya bisa ternganga melihatnya. Sampe akhirnya dengan wajah cemberut (wajah hewan ternyata ekspresif juga ya?), Putih pergi keluar rumah. Dan Belang dengan wajah tenangnya kembali duduk didepan pintu. Kontan, setelah tersadar kami sekeluarga serentak bertasbih dan bertakbir...SUBHANALLAH....ALLAHUAKBAR. Kami mendapatkan pelajaran berharga, bahkan hewan pun bisa mengingatkan saudaranya yang berbuat nakal. Dan hal itu tak sampai membuat kedua saudara itu bermusuhan, karena pada saat makan, mereka tetap akur makan dalam satu piring. Bahkan ketika kami memberi satu mangkuk susu sebagai hadiah atas pelajaran yang sudah kami dapat tadi, mereka saling bergantian minum. Tak ada yang nakal menghabiskan susu itu sendirian. Saat salah satu ada yang terlalu lama minum, yang lain akan mengingatkan dengan menjawil saudaranya yang khilaf itu. Lalu saudaranya tersebut akan mundur, mempersilahkan saudaranya untuk minum. Walo dengan mulut berkecap-kecap seakan belum puas menikmati susunya.Tak ada rasa dendam setelah perkelahian yang seru tadi. SUBHANALLAH....bahkan hewan pun bisa ikhlas saling berbagi dan menyayangi satu sama lain. Mengapa manusia sebagai makhluk ALLAH yag paling sempurna masih saja ada yang saling membenci? Bahkan ada yang tega membunuh saudaranya sendiri...Naudzubillahmindalik...
Begitu banyak kenangan yang ada selama Putih dan Belang bersama kami. Betapa mereka, hewan-hewan kecil itu terkadang bisa bersifat manusiawi. Bagaimana putih yang manja banget sama mas Didin, sering membangunkan mas Didin dengan menerobos masuk lewat jendela kamar. Padahal kamar Mas Didin ada diatas. Ato bagaimana saat Putih berdiri disamping Mas Didin didepan pagar. Cara berdirinya persis Mas Didin. Dua kaki depannya ikut dinaikkan memegang pagar. Andai saja aku sempat mengambil gambar itu. Manusia dan hewan peliharaannya yang kompak Putih dan Belang juga makhluk sosial. Dirumah kami ada kolam ikan, banyak kucing yang sering mampir dan minum disitu. Ato hanya sekedar ngiler melihat ikan-ikan yang sedang riang berenang. Lalu mereka menghabiskan makanan yang selalu disisakan oleh Putih dan Belang. Awalnya aku suka marah..kalo melihat Putih dan Belang tidak menghabiskan makanan mereka. Sedikit atau banyak aku memberi makan, selalu saja ga pernah bersih dimakan.Aku sering memaksa mereka untuk menghabiskannya.Tapi, kemudian aku berpikir, sepertinya mereka berdua memang sengaja berbagi dengan teman2 mereka. SUBHANALLAH...apakah ini hanya kebetulan saja?Duh...hewan-hewan lucu...apakah kita salah karena terlalu memanusiakan kalian? Ataukah memang kalian memiliki perasaan sayang juga terhadap kami? Sehingga ada jalinan diantara kita sebagai makhluk ALLAH untuk saling menyayangi. Wallahualam...Lucu juga klo ingat, saat teman dan tetangga dekat selalu berkomentar...enak banget jadi kucingnya Ruri. Tuannya makan apa..kucingnya juga pasti ikut makan. Bisa minum susu...bahkan makan bistik. Aku cuma bisa meringis..dan nawarin kalo dia mau sesuatu yang sedikit, aku juga pasti kasih dia. Coz, mama selalu ngajarin kita...apapun yang kita makan semua yang dirumah juga harus makan. Kami keluarga besar, sehingga segalanya harus berbagi. Bagaimana mungkin ketika dirumah kami makan berbagi bistik, dua kucing yang sudah jadi tanggung jawab kami tidak ikut makan. Walo cuma sepotong kecil yang tidak berarti..setidaknya mereka juga harus ikut makan. Ketika kami ga punya uang untuk membelikan pindang lauk makan mereka...apa yang ada selalu kami kasih. Ketika yang ada cuma telur, ya mereka kami beri nasi yang diremas dengan telur. Walo dengan wajah melas..kadang kedua kucing itu mencoba memberitau kami kalo mereka ga doyan. Dan jalan satu-satunya untuk mengganjal perut mereka hanya dengan memberi semangkuk susu.
Dan pada bulan Januari 2005...Putih dibuang dengan sengaja oleh salah seorang tetangga kami. Hanya mama yang melihat kejadian itu..saat putih mengeong-ngeong seolah meminta pertolongan saat dimasukkan dalam mobil yang kemudian melaju dengan kencang. Mama bilang kalo saat itu beliau sampai gemetaran. Suara kucing yang akan dibuang memang sangat menyayat hati. Dulu, mas Didin sempat mengajak Putih naik mobil njemput Yudha les. Maksudnya biar Putih bisa seperti kucing-kucing keturunan yang anggun, yang terkadang dibawa pemiliknya jalan-jalan. Sepanjang jalan Putih malah seperti kucing gila. Mungkin instingnya mengira kalo dia akan dibuang. Saat itu aku sampe ga tahan denger meongannya yang sepertinya mengiba-iba. Hal yang ga bisa aku pahami sampe sekarang...apakah tetangga yang membuang Putih itu ga punya perasaan kasihan sedikit pun, saat mendengar suara seperti itu. Ketika aku konfirmasi ke tetangga tersebut, dia membuang Putih karena menurutnya Putih sangat nakal dan sudah merusak tanamannya. Aku menangis saat itu. Aku katakan padanya andai dia bilang ke aku..aku rela membersihkan dan mengganti tanamannya yang rusak. Walo aku yakin Putih ga akan senakal itu. Karena selama ini tanaman dirumah ga pernah dirusaknya. Yang aku tau ada kucing tetangga lain yang memang suka merusak dan mengais-ngais pot. Akhirnya tetangga tersebut merasa bersalah, dia benar-benar ga tau kalo Putih itu peliharaanku. Semua sudah terjadi dan memang tak ada yang bisa dipersalahkan. Yang aku sesalkan..dia bilang sebenarnya saat itu Putih akan dibawa kekantornya..karena disana ada kantin. Tapi, ketika ditengah jalan, saat pintu terbuka sedikit, Putih lari. Aku semakin menangis saat mendengarnya. Aku dan keluargaku dulu juga pernah membuang kucing. Seharusnya adab saat membuang kucing, ialah memasukkan ke dalam karung. Selain untuk mengurangi rasa stress dan takut hewan yang akan dibuang, hewan itu juga ga akan lepas sebelum tempat yang dituju. Dan tempat untuk membuang hewan juga musti diperhitungkan..apa dia bisa mendapat makanan disana. Biasanya tempat yang pas adalah dipasar. Itu yang mama dan Bapak ajarkan ke kami. Bukankah hewan juga makhluk ALLAH yang harus kita sayangi? Selama mereka tidak membahayakan jiwa kita..bukankah kita harus bersikap adil pada mereka. Aku menangis berhari-hari saat itu. Aku merasa berdosa. Putih sudah terlanjur menjadi kucing rumahan, makan dan minumnya tergantung dari belas kasihan kami. Bagaimana nasibnya diluar sana?Adakah manusia yang berbaik hati padanya? Karena, jiwa survivalnya bener-bener ga ada. Aku ingat, saat puasa, kami membiasakan Putih dan Belang untuk makan hanya disaat sahur dan buka saja. Alhasil kelakuan mereka disiang hari sama dengan manusia yang sedang berpuasa, tidur dengan lemas. Sampai beberapa minggu kami terus berkeliling surabaya mencari Putih. Hasilnya nihil. Kami harus mengikhlaskannya. Aku percaya ALLAH akan selalu memberikan rizki pada setiap MakhlukNya. Dimanapun Putih berada rizki ALLAH pasti tersedia untuknya. Sejak Putih ”diculik” Belang juga jarang ada dirumah. Lama-lama dia sama sekali ga pernah pulang. Kata adikku dia pernah melihat Belang di gang lain (masih dalam komplek), punya anak dan istri. Hihihi...lucu banget,mengingat Putih dan Belang yang selama ini ga pernah mendekati kucing betina. Apalagi Belang. Dulu, aku sempet menduga-duga apa mereka berdua kelainan? Karena hanya sekali aku melihat Putih tergila-gila pada kucing betina yang jelek..yang kemana-mana selalu diikutinya. Tapi...mungkin (ini mungkin...karena Wallahualam)dia kalah saingan dengan kucing jantan lainnya. Karena akhirnya Putih berhenti mengejar-ngejar kucing betina itu. Dan belakangan kucing betina jelek itu terlihat berdua dengan kucing jantan yang lebih tua. Hehe...apa hewan juga bisa patah hati? Entahlah...
Hidup didunia ini hanya sementara...tapi..selama kita hidup, banyak hal yang bisa dipetik hikmahnya. Setiap saat..setiap detik. Kita memang harus banyak belajar...membuka mata dan hati untuk belajar dari setiap kejadian alam....dari seluruh makhluk ciptaan ALLAH...
Karena, walo kita adalah makhluk ciptaan ALLAH yang paling sempurna..terkadang kelakuan kita tidak lebih baik dari hewan. Terkadang hewan lebih memiliki perasaan kasih sayang dibanding manusia. Kita harus merenungkannya.....

Friday, January 25, 2008

Hikmah

Semalam..seorang sahabat tercinta memberi tahuku mengenai kabar gembira. Dia telah mendapat pekerjaan baru yang lebih baik dari pekerjaannya saat ini. Alhamdulillah..airmataku ikut menetes mendengar kabar bahagia itu. Dalam sujudku kuhaturkan rasa syukurku pada pemilik alam semesta ini, ALLAH SWT. Semoga pekerjaan ini membawa berkah bagi sahabatku, memberinya kebahagiaan bagi dunia dan akhiratnya. Bila mengingat bagaimana ikhtiar sahabatku untuk mendapat pekerjaan ini, maka tak ada kata yang terucap selain rasa syukur yang tak terhingga. Kini...gelisahnya..sedihnya telah dihapuskan oleh ALLAH. Airmataku semakin deras menetes saat qiyamul lail. Ya ALLAH..betapa Engkau telah menunjukkan lagi padaku bentuk kasih sayangMu. Betapa Engkau Maha Penjawab segala Do'a. Masihkah lagi aku ragu akan JanjiMu..Fab bi ayyi allai Rabbikuma tukadziban..Maka Nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan...
Pantaskah aku mengeluh saat duka menghampiri?Sampai kapan aku mendustakan ssegala NikmatMu?Padahal berjuta do'a yang terucap tak akan pernah sia-sia...karena ALLAH Maha Pengasih...
Ya Rabb...jadikanlah hamba dan seluruh orang-orang yang hamba cintai orang yang takwa. Jadikanlah kami saling mencintai hanya karenaMU semata...dan Jadikanlah cinta kami kepadaMu lebih tinggi dari cinta kami terhadap yang lainnya.
Buat Sahabatku..be istiqomah...Aku selalu mengiringimu de
Terbitkan Entri
ngan doa....ana uhibbuka Fillah Ya,Akhi...Ana Uhibbuka Fillah..

Tuesday, January 22, 2008

Ayat-Ayat Cinta....

Alhamdulillah akhirnya selesai juga mbaca novel ini. Novel yang menggugah hati untuk bisa lebih mempertebal keimanan kita. Gimana sempurnanya tokoh Fahri sebagai seorang muslim udah sepantasnya membuat kita malu. Nunjukin apa itu cinta sejati. Hehe..Dari sini juga aku baru tau tata cara islami saat malam Pertama. Duh...ga sabar buat liat filmmnya. Musti nunggu sampe tgl 14 Februari lah yaw...!!Penasaran, pengen tau gimana Ferdi Nuril talaqqi qiro'ah. Pengen tau gimana cantiknya Riyanti pake jilbab en cadar. Moga-moga para pemain AAC dapat barokah dari film ini...Amiin.
Btw, buat yang pengen liat trailernya, bisa klik di webnya Hanung ya...

Thursday, January 10, 2008

Jalan Cinta By : Sherina

Semua resah hati manusiamu
Untuk membagi kisah atas nama cinta
Derai air mata di setiap sujudmu seperti tak pernah cukup untuk menjagaku
Jangan butakan hati menjadi cinta yang semu… Cinta yang semu

Kau hembuskan ayat-ayat cinta untukku
Di sela doa dalam malam-malam yang sunyi

Ampun yang engkau pinta dalam semua keraguan yang telah meliputi jiwamu
Semoga akan membawa cintamu
Pada diriku dalam jalan dan ridho-Nya
Jangan butakan hati menjadi cinta yang semu…oo… Cinta yang semu

Kau hembuskan ayat-ayat cinta untukku
Di tengah terik matahari dan dinginnya malam
Kau panjatkan ayat-ayat cinta pada-Nya
Melindungi dan menjaga kisah cinta kita…


Ini salah satu OST-nya Ayat-ayat Cinta juga. Hehe..bener-bener trik manajemen yang hebat. Sebelum filmnya muncul, OST-nya udah muncul dimana-mana. Bikin orang makin penasaran ma filmnya. En asal tau aja..buku Ayat-ayat Cinta sekarang juga makin sulit dicari. Disemua toko buku selalu kosong. Buat inden aja, pihak toko ga bisa mastiin waktunya. Katanya sih dari penerbit sendiri stoknya juga kosong. Hebat banget ya..? Jadi inget waktu film Ada Apa Dengan Cinta muncul. Buku Aku-nya chairil Anwar juga ikut laris manis. Apa ini pertanda masyarakat kita sukanya hanya ikut-ikutan (termasuk yg ngomong,nih)? Hehe..su'udzon aja. Yang jelas semoga film Ayat-ayat Cinta ini bener-bener bagus seperti novelnya (walo aku sendiri baru baca resensinya aja). Coz...lumayan juga buat pencerahan. Secara saat ini udah jarang banget ada tontonan yang sarat dakwah. Semoga...

Hepi New Year...1429 H

Hari ini taun baru islam. Dosa yang tak terhitung...harapan-harapan yang hanya angan kosong, akankah akan mengisi tahun ini juga? Mengingat betapa 2 taun belakangan ini ga ada satu pun resolusiku yang sukses. Yang ada hanya kesibukan duniawi. Kesedihan dan kesenangan yang semu. Iman yang semakin rapuh. Pribadi yang semakin bobrok. Manja, cengeng, suka mendramatisir keadaan, berlebihan. Bener-bener bukan cermin muslimah yang baik. Seorang sahabat yang sangat amat baik telah mengingatkanku akan hal itu (thanks a lot,bro). Duh..Rabb, betapa aku juga makin ga respek pada diriku sendiri. Semoga tahun ini, bisa menjadi lebih baik lagi. Ga boleh ada lagi keluh kesah...Karena hidup memang perjuangan. Seperti nasehat seorang teman :
Kadang2 perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan hidup tanpa hambatan itu mungkin akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.
Saya mohon Kekuatan...
Dan Tuhan memberi saya kesulitan2 untuk membuat saya kuat.
Saya memohon Kebijakan...
Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk menyelesaikan.
Saya memohon Kemakmuran...
Dan Tuhan memberi saya bahaya untuk di atasi.
Saya memohon Cinta...
Dan Tuhan memberi orang2 yang bermasalah untuk ditolong.
Saya memohon Kemurahan/Kebaikan hati...
Dan Tuhan memberi saya kesempatan2.
Saya tidak memperoleh yang saya inginkan,tapi saya mendapatkan segala yang saya butuhkan...

Monday, January 07, 2008

Ketika Cinta Bertasbih

Alhamdulillah...akhirnya bisa juga aku beli buku ini. KETIKA CINTA BERTASBIH (Dwilogi Pembangun Jiwa). Walo baru jilid 1-nya aja. Insya Allah..pasti bisa beli jilid 2-nya. Membaca novel ini bikin aku tau banyak hal. Subhanallah...semoga Allah SWT selalu melimpahkan keberkahan bagi pengarangya (Habiburrahman El Shirazy). Karena beliau telah menulis banyak karya yang bermutu. Bukan sekedar novel biasa. Tapi novel yang sarat dengan dakwah mengenai bagaimana seharusnya hidup menjadi seorang muslim. Novel yang bener-bener bisa ngebangun jiwa. Novel ini menginspirasiku untuk lebih tegar lagi menjalani semua cobaan. Seperti yang telah dilakukan oleh Azzam, tokoh utama. Bagaimana dia harus tetap tegar agar bisa membahagiakan ibu dan ketiga adik perempuannya. Mengesampingkan semua ambisi demi orang-orang yang dicintai. Pengarangnya bener-bener pandai mengolah kata-kata. Dia bisa membuat para pembacanya hanyut ke dalam perasaan tokoh-tokohnya. Novel ini bisa membuat aku merasa tersindir dengan adanya tokoh Hafez dan Tiara. Orang-orang yang terjebak oleh perasaan cinta kepada makhlukNya. Aku bisa merasakan bagaimana perasaan terpendam Hafez yang mendamba Cut Mala, adik sahabatnya untuk menjadi istrinya. Bagaimana dia selalu membayangkan andai wanita sholehah yang dicintainya itu ada disampingnya. Ketika dia sholat, maka yang menjadi makmumnya adalah Cut Mala. Ato membayangkan mereka bisa mengaji bersama. Aku juga menangis ketika membaca bagian dimana akhirnya Tiara mengakui cintanya pada Fadhil. Bagaimana cinta telah membuatnya tak bisa berpikir jernih. Mengharapkan Fadhil membalas cintanya, padahal dia sudah dalam posisi calon istri orang. Dan ketika Fadhil dengan lapang dada berusaha menahan perasaannya, karena tak ingin cintanya dan Tiara bersatu dalam murka Allah. Dan aku tersadar betapa selama ini aku udah salah ketika mencintai seseorang, saat membaca bagian dimana Azzam membacakan perkataan mengenai cinta dari Imam Ibnu Athaillah, Ulama besar dari Iskandaria, untuk mengobati penyakit cinta yang mendera Fadhil sahabatnya. Begini kata-katanya : Tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana.. Penjelasannya : Kecintaan kita kepada lawan jenis itu syahwat, dan hampir semua orang yang jatuh cinta itu merasakan hal-hal yang membuat tersiksa. Dan perasaan itu tidak akan bisa kita keluarkan atau kita usir dari hati kecuali jika kita memiliki 2 hal:
Pertama, rasa cinta kepada Allah yang luar biasa menggetarkan hatimu. Sehingga ketika yang ada dihatimu adalah Allah, maka yang lain dengan sendirinya menjadi kecil dan terusir. Kedua, rasa rindu kepada Allah yang dahsyat sampai hatimu merana. Jika kau merana karena rindu kepada Allah, kau tidak mungkin merana karena rindu pada yang lain. Jika kau sudah sibuk memikirkan Allah, kau tidak akan sibuk memikirkan yang lain. Karena hatimu miskin cinta dan rindu kepada Allah, jadinya kau dijajah oleh cinta dan rindu pada yang lain.
Mencintai makhluk itu sangat berpeluang menemui kehilangan. Kebersamaan dengan makhluk juga berpeluang mengalami perpisahan. Hanya cinta kepada Allah yang tidak. Jika kau mencintai seseorang ada dua kemungkinan diterima dan ditolak. Jika ditolak pasti sakit rasanya. Namun jika kau mencintai Allah, pasti diterima. Jika kau mencintai Allah, engkau tidak akan pernah merasa kehilangan. Tak akan ada yang merebut Allah yang kau cintai itu dari hatimu. Tak akan ada yang merampas Allah. Jika kau bermesraan dengan Allah, hidup bersama Allah, kau tidak akan pernah berpisah denganNya. Allah akan selalu setia menyertaimu. Allah tidak akan berpisah darimu. kecuali kamu sendiri yang berpisah dariNya. Cinta yang paling membahagiakan dan menyembuhkan adalah cinta kepada Allah 'Azza Wa Jalla". (disadur dari bab 27, Resep Cinta Ibnu Athaillah).
Rasanya..aku juga bisa merasakan bagaimana perasaan Fadhil ketika tampil bersama grup nasyidnya pada acara pernikahan Tiara. Bagaimana airmatanya menetes ketika megucapkan lirik lagu berikut :
Mari kita sama-sama insyaf
Cinta sejati itu tidak menzalimi
Cinta sejati berorientasi ridha Allah
Allah Allah Allahu Rabbi


Pokoke buat yang hobi mbaca novel, aku referensikan buku ini buat jadi bacaan deh. Aku berani menjamin novel ini keren banget. Isinya sarat dengan ilmu. Jadi ga cuma menghibur, tapi juga mendidik. Ga bakal sia-sia deh ngabisin waktu buat mbaca buku ini. Selain kita jadi sedikit tau mengenai mesir, kita juga dapat pengetahuan agama. Siip..kan??? Semoga apa yang kita lakukan di dunia ini membawa manfaat untuk bekal diakhirat nanti. Amiin...


Ya ALLAH Ya Rabbi, ampunilah hamba-Mu yang lemah dan Kasihanilah hambamu yang fakir ini.Hamba-Mu mohon petunjuk dan taqwa, kesopanan dan kekayaan......
amiin ya Rabbal alamin.

Wednesday, January 02, 2008

HEPI NEW YeaR...??!!

Kemarin hari pertama di tahun 2008. Tapi..setelah sholat shubuh, aku malah tidur lagi (ngantuk..semalam abis liat pesta kembang api dari kamar si Udang). Dan sunrise pertama di tahun baru pun terlewatkan. Lalu jam 05.30 aku baru bener-bener bangun dari kasur. Memulai kegiatan rutin pagi hari dengan cuci piring. Setengah jam kemudian aku baru naik ke jemuran..biasalah menjemur. Selain membawa cucian setengah kering yang sudah kucuci pada malam tahun baru. Aku liat langit..lumayan cerah. Ga ada tanda-tanda mendung. Pelan-pelan aku merayap (hiks...hiks...kayak cicak aja) keatas genteng... (Buat Johan ato sapapun yang membaca blogku...yang kenal sama mamaku...Plizz..jangan bilang2 mama ya). Duduk sambil menatap langit yang indah banget...yg ga ada bedanya dengan hari2 kemarin. Whehe..aneh dikau..Ruri.Sok sentimentil..ikut2an ngerayain taon baru..