src="https://ajax.googlelapis.com/ajax/libs/jquery/1.8.3/jquery.min.js"type="text/javascript">

Sunday, November 23, 2008

Buat yang sedang menanti...

Hihihi..ini adalah puisi lucu tapi dalem yang aq dapet waktu browsing di si dudung
Secara, masih ada sahabat dan saudara yg memang masih menunggu ..


Untuk Calon Istriku
Oleh : Cucuk Hariyanto

Assalammu'alaikum Wr... Wb...

Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care...
Allah selalu bersama kita

Ukhtiku...
Masihkah menungguku...?

Hm... menunggu, menanti atau whatever-lah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?!
Menunggu...
Hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang 'istimewa'
Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa
Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menunggu
Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat

Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan-Nya,
melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat menunggu,
atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewati
Eits, bukan berarti melamun sampai angong alias ngayal dengan pikiran kosong
Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari 'dunia lain' masuk ke jiwa

Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat menunggu
Percayalah bahwa tak selamanya sendiri itu perih
Ngejomblo itu nikmat, jenderal!
Ups, itu judul tulisanku beberapa waktu lalu

Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif
Mumpung waktu kita masih banyak luang
Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga
Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyak
Karena permasalahan ummat saat ini pun makin banyak

Karenanya wahai bidadari dunia...
Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang
Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda
Tapi persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan kian rumit
Begitu banyak anak tak berdosa yang harus menderita karena busung lapar, kurang gizi, lumpuh layuh hingga muntaber
Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini 'sarang tikus'
Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda negeri ini
Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulit
Namun seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan adalah pemberian terbaik
Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri

Ukhtiku...
Di mana pun engkau sekarang, janganlah gundah, janganlah gelisah
Telah kulihat wajahmu dan aku mengerti,
betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku di dalam hari-harimu
Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu
Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang
Karena jalan ini masih panjang
Banyak hal yang menghadang
Hatiku pun melagu dalam nada angan
Seolah sedetik tiada tersisakan
Resah hati tak mampu kuhindarkan
Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan
Karang asaku tiada 'kan terkikis dari panjang jalan perjuangan, hanya karena sebuah kegelisahan
Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan
Keputusan besar untuk datang kepadamu

Ukhtiku...
Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimu
Percayalah pada-Nya, Yang Maha Pemberi Cinta,
bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir
Yakinlah...saat itu pasti 'kan tiba
Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu
Karena kecantikan hati dan iman yang dicari
Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu
Karena aura keimananlah yang utama
Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga,
merasuk dan menembus relung jiwa

Wahai perhiasan terindah...
Hidupmu jangan kau pertaruhkan, hanya karena kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.

Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil
Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup
Pasrahkan inginmu sedalam qalbu, pada tahajjud malammu
Bariskan harapmu sepenuh rindumu, pada istikharah di shalat malammu
Pulanglah pada-Nya, ke dalam pelukan-Nya
Jika memang kau tak sempat bertemu diriku,
sungguh...itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci
Dan kau terpilih menjadi Ainul Mardhiyah di jannah-Nya

Ukhtiku...
Skenario Allah adalah skenario terbaik
Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita
Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang,
merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya
Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita

Ukhtiku...
Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah 'kan menjelang jua
Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan
Apa kabarkah kau disana?
Lelahkah kau menungguku berkelana?
Lelahkah menungguku kau disana?
Bisa bertahankah kau disana?
Tetap bertahanlah kau disana...
Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu
Bila waktu itu telah tiba,
kenakanlah mahkota itu,
kenakanlah gaun indah itu...
Masih banyak yang harus kucari, 'tuk bahagiakan hidup kita nanti...

Ukhtiku...
Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir
Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera,
kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang
Cinta membuat hati terasa terpotong-potong
Jika di sana ada bintang yang menghilang,
mataku berpendar mencari bintang yang datang
Kalau memang kau pilihkan aku, tunggu sampai aku datang...

Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat
Dan mendo'akanmu agar kau selalu sehat, bahagia,
dan mendapat yang terbaik dari-Nya
Aku tak pernah berharap, kau 'kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini
Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup
Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini
Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau 'tuk dikagumi
Akulah orang yang 'kan selalu mengagumi, mengawasi, menjaga dan mencintaimu

Ukhtiku...
Saat ini ku hanya bisa mengagumimu,
hanya bisa merindukanmu
Dan tetaplah berharap, terus berharap
Berharap aku 'kan segera datang
Jangan pernah berhenti berharap,
Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup

Bila kau jadi istriku kelak,
jangan pernah berhenti memilikiku
dan mencintaiku hingga ujung waktu
Tunjukkan padaku kau 'kan selalu mencintaiku
Hanya engkau yang aku harap
Telah lama kuharap hadirmu di sini
Meski sulit, harus kudapatkan
Jika tidak kudapat di dunia...
'kan kukejar sang Ainul Mardhiyah yang menanti di surga

Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat,
aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu
Namun sejujurnya, semua itu hanyalah persinggahan egoku,
pelarian perasaanku
dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku
Waktu pun terus berlalu dan aku kian mengerti...
Apa yang akan ku hadapi
Dan apa yang harus kucari dalam hidup

Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu bijaksana
Aku goreskan syair sederhana ini,
untuk dirimu yang selalu mempesona
Memahamiku dan mencintaiku apa adanya
Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku dan bagimu
Semoga...

Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahulu
Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku temui dahulu
Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengerti
Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku lewati
Begitu indah kau tercipta bagi Adam
Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa
Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa aku miliki
Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa aku miliki
......

(Dewi Khayalan - Daun Band)

Ya Allah...
ringankanlah kerinduan yang mendera
kupanjatkan sepotong doa setiap waktu,
karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku

Ya Allah...
ampuni segala kekhilafan hamba yang hina ini
ringankan langkah kami
beri kami kekuatan dan kemampuan
tuk melengkapkan setengah dien ini,
mengikuti sunnah RasulMu
jangan biarkan hati-hati kami
terus berkelana tak perpenghujung
yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatan
yang telah Engkau berikan
Aamiin...

Wassalamu'alaikum Wr... Wb...

Penuh Cinta Selalu Untuk Selamanya, Fillah...

Cinta yang Indah...

"Rur?gmn y crx menghapus rs skt dht ini?aplg thd org yg qt cintai???".
Kalimat diatas adalah pertanyaan dari seorang sahabat melalui sms. Sejenak aq tercenung, bingung berkata apa. Bisa kupastikan pengirimnya pasti sedang memiliki masalah dengan pasangannya. Dan tanpa bermaksud menggurui, kubalas pertanyaannya dengan bahasa hati2 yang intinya adalah Mencintailah dengan ikhlas hanya karena Allah SWT.
Yup..aq bisa berkata begitu, karena memang hanya itulah caranya. Aq sudah pernah mengalaminya. Saat orang yang kita cintai menyakiti hati, sudah pasti sakit sekali rasanya. Sampai2 hal itu membuatku ingin memadamkan semua cinta di hatiku. Berminggu2, dalam setiap sujudku kumohon agar perasaan sakit itu sirna dari hatiku. Hingga Allah menunjukkan berbagai kejadian padaku mengenai indahnya cinta. Dan kutersadar, cinta yang sejati hanyalah milik Allah SWT. Mengapa qta merasa tersakiti oleh cinta..itu karena qta telah berharap cinta pada makhlukNya. Sejak itu, ku benar2 ikhlas mencintainya hanya karena Allah semata. Segala hal yang telah menyakitiku, telah kumaafkan. Kusadar dia hanya manusia. Apapun yang terjadi tentunya Allah telah memiliki maksud dibalik itu semua. Mulai sekarang musti ingat nasehat Aa Gym dalam ceramahnya, "hati-hati jika mencintai makhluk, jangan sampai karena hadirnya makhluk cintamu kepada Sang pencipta makhluk menjadi berkurang, karena suatu saat nanti makhluk yang kamu cintai itu bisa saja diambil dari kamu". So..mungkin puisi yang aku ambil dr situs fave ini akan jadi doaku ketika aq jatuh cinta lagi nanti...

Bila Aku Jatuh Cinta


Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu

Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu

Amin !

Wanita itu...

Ini adalah cerita tentang salah satu wanita yang baru saja kukenal. Seorang wanita tangguh yang namanya telah menambah daftar wanita yang kukagumi.
Sejak dulu, tanpa bermaksud merendahkan cinta dari seorang bapak, aq sangat mengagumi cinta yang dimiliki seorang mama, ibu, bunda, emak, dan berbagai sebutan lainnya untuk wanita yang hatinya memiliki kasih tak berujung. Dan wanita ini juga telah memperlihatkan warna cinta itu padaku.
Wanita itu..pertama kali mengenalnya, kekagumanku hanyalah karena kepintaran yang ada dibalik penampilan bersahajanya. Yang membuatnya sudah menduduki kursi manager dalam usia yg masih muda. Tak pernah kuduga, dibalik kelembutannya dia memiliki ketegaran yang luar biasa. Beberapa tahun yang lalu, suami tercintanya telah menghadap sang Pencipta. Meninggalkan dia serta kedua putrinya yang masih amat sangat kecil. Sungguh tak bisa kubayangkan bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang telah menjadi belahan jiwa, di saat diri baru saja mulai menapak kebahagiaan. Di saat kedua belah hati mereka sedang lucu2nya. Tapi..semua memang pasti kembali padaNya. Dan hanya Allah lah yang tak pernah meninggalkan kita. Mungkin itulah yang selalu diingat oleh wanita shalehah itu. Dan mungkin juga tanggung jawab atas amanah dariNya untuk membesarkan kedua putrinya membuatnya memiliki ketegaran itu.
Dua minggu lalu, saat dept keuangan mengadakan rekreasi bersama, airmataku mengembang menyaksikan ketegaran itu. Dengan tubuhnya yang mungil, dia berperan sebagai ibu sekaligus ayah untuk kedua putrinya. Tas ransel yang disandangnya ternyata sangat berat (aq sempat mencoba membawanya). Belum lagi saat putri bungsunya kelelahan dan meminta di gendong. Dari menyuapi sampai menemani berenang, ia lakukan sendiri dengan penuh cinta. Ya, Rabb...itu hanya secuil ketegaran fisik yang bisa kulihat. Tak bisa kubayangkan bagaimana dia melewatkan malamnya sendirian, saat harus menyaksikan sendiri kedua putri kecilnya tumbuh menjadi gadis2 yang lucu. Ya..Rabb, aq jadi malu pada diriku sendiri. Bagaimana dulu aq menangis hanya karena kehilangan seorang pria yang bukan siapa2ku. Sungguh, saat itu aq lupa bahwa sebenarnya aq tak pernah sendirian. Saat itu aq lupa ada cinta yang tak pernah menyakitiku, yaitu CintaMu ya,Rabb..
Dengan penuh sayang kucium kedua putri kecil wanita itu. Segenap doa akan selalu kumohonkan bagi mereka. Semoga Engkau selalu memberi anak2 lucu ini kebahagiaan ya,Rabb..juga pada mama mereka. Terima kasih ya Allah, karena Kau telah mempertemukan aq dengan mereka. Kasih yang dimiliki wanita itu hanyalah bagian kecil dari satu rahmat yangKau berikan pada kami. Namun itu sudah terasa sangat indah, sekali lagi telah kau tunjukkan padaku kebesaran cintaMu..
Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya Allah SWT memiliki 100 rahmat kasih sayang. Sebanyak 99 Ia simpan untuk hamba-hamba-Nya nanti di akhirat, sedangkan satunya Ia turunkan kepada umat manusia. Dengan hanya satu rahmat inilah, manusia satu dengan yang lainnya saling mencintai.” (HR Bukhari-Muslim).