Hari ini...kubuka lagi Kotak "Harta Karunku". Kardus warna coklat bekas kotak sepatu Adidas, yang selama ini teronggok di pojok tempat tidurku. Didalamnya berserakan kertas-kertas lusuh, yang sudah kubaca berkali-kali. Semuanya memiliki arti mendalam buatku. Setiap lembar kertas memuat rangkaian kenangan tak terlupakan tentang sahabt2ku. Ada surat dari sahabat2 SMP I Waru, sewaktu aku musti merantau sementara ke Jambi. Membaca surat2 mereka membuatku tertawa. Betapa tidak...dulu, ketika aku musti pindah dari Surabaya, rasa sedih dan kangen selalu tercurah dalam surat-surat kami. Setiap detik pertemuan (ketika aku pulkam ke SBY) menjadi momen2 indah melepas rindu. Tapi, ketika akhirnya aku balik lagi ke SBY, kita malah lost contact. Pertemuan yg seharusnya bisa lebih sering menjadi hal yang semakin mustahil. Karena sama2 sibuk dan memiliki kehidupan yang lain. Selain itu ada buku harian bersama dari temen2 se-Gank di Jambi dulu. Lengkap dengan bendera yang kami buat saat ada pelajaran seni menyablon di sekolah. 4-DREW-G. Hehe...norak abis. DREW adalah huruf depan nama kami. Sedangkan arti G saat itu masih diperdebatkan, apakah Girls ato Gank. Hingga saat ini tak pernah jelas, dan tak ada yang mempertanyakan. Sedangkan buku harian yang ku pegang menyimpan kenangan saat2 cinta monyet kami. Bikin perut sakit membacanya. Geli banget. Betapa masa-masa remajaku penuh kekonyolan. Kadang aku pengen nunjukin buku itu pada suami2 sahabatku. Biar pada malu ni..Hihihi...I’m the Sirik Girl.
Semakin ku bongkar kotak harta karunku semakin membuka berbagai memory hidupku.. Ada robekan surat pernyataan izin ortu buat daftar jadi anggota pecinta alam disekolah. Masih kusimpen, karena mama ga pernah mau nanda tanganinya. Hiks...padahal jadi anggota PA adalah my dream saat itu. Selain itu, ada surat dari anak kelas 6 SD yang ngaku nge-fans sama puisiku yg dimuat dimajalah KUNCUP. Hehehe...hal yang sampe sekarang masih membingungkanku. Coz, aku nerima surat itu pas udah SMA kelas 3. En sejak lulus SD aku udah kapok ngirimin puisi ke majalah2 karena ga pernah dimuat. So...that’s still be a mystery...
Ada lembaran kertas berisi lirik lagu mendayu-dayu dari grup musik malaysia yang ditulis oleh sahabat sebangku ”N” di SMA 15 SBY; Lembaran absen temen2 kelas 2-7 di SMA 15 SBY, sampe daftar denah duduknya juga; daftar absen temen2 kelas 1 di SMA 1 Jambi; Ada buku saku dari sahabatku ”E” yang dibuat pas acara orientasi SMA Jambi; Ada buku kecil yang muat tulisan sahabat2 SMA Jambi dulu. Tulisan2 djayus khas anak remaja, klo someday aku bisa ketemu mereka lagi en nunjukin tulisan itu, pasti pada ngakak deh...; Ada surat kangen dari sahabatku “S” Jambi; Surat narsis dari “E”; Surat “kutukan” dari sahabatku “W”, Hehehe...kayaknya kutukannya belum hilang ni; Surat balesan dari kakak kelas di jambi dulu “Y”, yg ditulis sama sahabatku SBY “U” a/n Tracy. We Are sorry, Kak. Tapi aku yakin kamu sadar klo dikerjain; Kalender saku tahun 2001 pemberian sahabatku“B”, juga amplop kertas koran yg ada perangko Ceko made in ”B” (sticker hadiah ultah ke-20 msh kutempel di kaca kamar). Thx a lot,bro..; ada kartu anggota pramuka jaman masih SD Kepuh I Waru; kartu perpus waktu di SD Muhammadiyah I Samarinda; Kartu anggota pramuka waktu Kuliah; kartu lebaran dari sahabat2 UNAIR; dmbl.....(dan masih banyak lagi...).
Mungkin kebiasaan “Nyusuhku” terlalu akut saat itu. Sampe2 segala sesuatu...selalu kusimpen. Ato aku terlalu sentimentil? Dan, lembar-lembar kenangan itu mulai berkurang sejak aku kuliah dan bener2 terhenti sejak aku lulus kuliah dan mulai bekerja. Tapi tak bisa kuingkari, hingga saat ini disaat hati penat..ato boring, membuka lagi semua kenangan bisa me-refresh hidupku. Mengingatkanku akan siapa dan apa aja yang telah datang dan pergi dalam hidupku. Membuatku selalu bersyukur, bahwa ALLOH telah menghadirkan orang-orang terindah dalam hidupku...dan aku tau.. ada atopun tidaknya mereka sekarang disisiku, mereka akan selalu ada dalam hatiku....Selamanya...
"Hendaknya kita menyadari bahwa musibah yang menimpa kita bukanlah untuk memusnahkan kita, sesungguhnya kehadiran musibah tersebut hanyalah untuk menguji sampai dimanakah kesabaran kita"(Ibnu Qayyim). Roda kehidupan tak pernah berhenti berputar. Setiap manusia selalu mengalami perputarannya. Saat duka menghampiri, janganlah bersedih..yakinlah bahwa bahagia akan segera menghampirimu. Sesungguhnya kehidupan ini selalu indah bila kita pandai bersyukur dan mencari hikmah dalam setiap kejadian.
Sunday, August 24, 2008
My Beautiful Life
Dalam sebuah tes wawancara, aku diminta untuk menggambarkan sedikit tentang kehidupanku, tentang apa yang kumiliki. Dan spontan kujawab dengan bangga dan bersemangat...”Kehidupan saya adalah hal yang membuat saya selalu tak henti mengucap syukur. Karena saya memiliki orang tua yang penuh cinta, saudara-saudara yang terbaik, serta sahabat-sahabat yang tulus. Kehidupan juga telah memberi saya banyak pelajaran, menempa saya untuk dapat selalu menjadi lebih baik”.Upps...saat itu aku melupakan semua trik en tips yang aku baca dari buku mengenai tata cara menghadapi wawancara kerja. Entahlah...apa yang dipikirkan oleh pewawancara itu. Mungkin dia menganggapku narsis. Yang jelas dia hanya tersenyum melihatku. Dan aku tetap bisa lolos dari tes wawancara itu.
Tapi begitulah hidupku. Hidupku penuh dengan keindahan. Disetiap hela nafasku selalu ada keajaiban disana. Allah tak pernah mengabaikan setiap pintaku. Walo terkadang ada kesulitan dan penderitaan..tapi semua itu meyakinkanku bahwa takkan pernah ada yang sia-sia. Karena toh dibalik semua itu selalu ada hikmah yang tersembunyi. Ada hal yang harus kupelajari. Semua yang kumiliki, orang tua, saudara2 dan sahabat2 selalu menjadi kekuatanku. Mereka juga membuatku selalu percaya akan kekuatan do’a. Airmataku selalu menetes, tiap kali merasakan betapa besar efek doa yang mereka curahkan untukku. Ya...Rabb...salahkah aku bila mencintai semua ini? Semoga rasa cinta ini hanyalah refleksi dari syukurku kepadaMu, Rabb. Bukan karena kecintaan terhadap duniawi semata...Amin.
Tapi begitulah hidupku. Hidupku penuh dengan keindahan. Disetiap hela nafasku selalu ada keajaiban disana. Allah tak pernah mengabaikan setiap pintaku. Walo terkadang ada kesulitan dan penderitaan..tapi semua itu meyakinkanku bahwa takkan pernah ada yang sia-sia. Karena toh dibalik semua itu selalu ada hikmah yang tersembunyi. Ada hal yang harus kupelajari. Semua yang kumiliki, orang tua, saudara2 dan sahabat2 selalu menjadi kekuatanku. Mereka juga membuatku selalu percaya akan kekuatan do’a. Airmataku selalu menetes, tiap kali merasakan betapa besar efek doa yang mereka curahkan untukku. Ya...Rabb...salahkah aku bila mencintai semua ini? Semoga rasa cinta ini hanyalah refleksi dari syukurku kepadaMu, Rabb. Bukan karena kecintaan terhadap duniawi semata...Amin.
Sunday, August 10, 2008
Thanks To You
a Song By : Tyler Collins
Thank you for teaching me how to love
Showing me what the world means
What I've been dreamin' of
And now I know, there is nothing that I could not do
Thanks to You
For teaching me how to feel
Showing me my emotions
Letting me know what's real
From what is not
What I've got is more that I'd ever hoped for
And a lot of what I hope for is
Thanks to you
No mountain, no valley
No time, no space
No heartache, no heartbreak
No fall from grace
Can't stop me from believing
That my love will pull me through
Thanks to You
There's no mountain, no valley
No time, no space
No heartache, no heartbreak
No fall from grace
Can't stop me from believing
That my love will see me through
Thanks to You
Thanks to You
For teaching me how to live
Putting things in perspective
Teaching me how to give
And how to take
No mistake
We were put here together
And if I breakdown
Forgive me but it's true
That I'm aching with the love I feel inside
Thanks to You
Thanks to you
This song…dedicated for my parents..
Thanks for teaching me how to love..
No words can I say…
I Love You...
Thank you for teaching me how to love
Showing me what the world means
What I've been dreamin' of
And now I know, there is nothing that I could not do
Thanks to You
For teaching me how to feel
Showing me my emotions
Letting me know what's real
From what is not
What I've got is more that I'd ever hoped for
And a lot of what I hope for is
Thanks to you
No mountain, no valley
No time, no space
No heartache, no heartbreak
No fall from grace
Can't stop me from believing
That my love will pull me through
Thanks to You
There's no mountain, no valley
No time, no space
No heartache, no heartbreak
No fall from grace
Can't stop me from believing
That my love will see me through
Thanks to You
Thanks to You
For teaching me how to live
Putting things in perspective
Teaching me how to give
And how to take
No mistake
We were put here together
And if I breakdown
Forgive me but it's true
That I'm aching with the love I feel inside
Thanks to You
Thanks to you
This song…dedicated for my parents..
Thanks for teaching me how to love..
No words can I say…
I Love You...
Friday, August 01, 2008
"Hanya Ingin Kau Tahu"
This song..nyentuh banget. Dibawakan sama grup Band Republik.
Ga tau kenapa, tiap kali aku denger lagu ini, rasanya ada sesuatu yg menyentak relung jiwaku. Apa karena aku terlalu sentimentil? Apa lagu ini curahan hatiku yg terdalam? Yang selama ini aku ingkari?Bahwa aku udah melupakan "perasaan" yang pernah aku punya?Yang pasti..lagu ini udah bikin aku seperti orang aneh waktu karaoke bareng sobat2 kantor. Aneh..karena tiba2 ga mampu nyelesaikan nyanyiin ni lagu. Yang ada air mata aja yg netes..hikss..cengengnya kamu, Nduk..
Ini ni lirik lagunya...
Ku telah miliki
Rasa indahnya perihku
Rasa hancurnya harapku
Kau lepas cintaku
Rasakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Ku pikir ku salah mengertimu
Reff:
Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku
Walaupun semua hanya ada dalam mimpiku
Hanya ada dalam anganku
Melewati hidup
Rasakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Ku pikir ku salah mengertimu
Reff:
Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku
Dan setelah sekian lama, baru aq nemuin jawaban kenapa lagu ini bikin aq nangis..Semuanya karena aq pernah menumpukan harapan pada makhlukNya. Duh,Rabb ampuni aku...sungguh hamba hanyalah makhlukmu yang hina dan tak luput dari khilaf...
Ga tau kenapa, tiap kali aku denger lagu ini, rasanya ada sesuatu yg menyentak relung jiwaku. Apa karena aku terlalu sentimentil? Apa lagu ini curahan hatiku yg terdalam? Yang selama ini aku ingkari?Bahwa aku udah melupakan "perasaan" yang pernah aku punya?Yang pasti..lagu ini udah bikin aku seperti orang aneh waktu karaoke bareng sobat2 kantor. Aneh..karena tiba2 ga mampu nyelesaikan nyanyiin ni lagu. Yang ada air mata aja yg netes..hikss..cengengnya kamu, Nduk..
Ini ni lirik lagunya...
Ku telah miliki
Rasa indahnya perihku
Rasa hancurnya harapku
Kau lepas cintaku
Rasakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Ku pikir ku salah mengertimu
Reff:
Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku
Walaupun semua hanya ada dalam mimpiku
Hanya ada dalam anganku
Melewati hidup
Rasakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Ku pikir ku salah mengertimu
Reff:
Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku
Dan setelah sekian lama, baru aq nemuin jawaban kenapa lagu ini bikin aq nangis..Semuanya karena aq pernah menumpukan harapan pada makhlukNya. Duh,Rabb ampuni aku...sungguh hamba hanyalah makhlukmu yang hina dan tak luput dari khilaf...
Takkan Berpaling dariMu...(one day in Pekalen's Rivers)
Tgl 27 Juli 2008 telah menorehkan kisah indah dalam hidupku. Hari itu adalah pengalaman pertamaku ikutan Rafting. En bener apa yg sering dibilang banyak orang, klo Rafting itu BAHAYA. Seriously Danger. Tau kenapa?Coz, ketika kita pertama kali merasakannya, maka efek ketagihannya akan merasuki diri kita dengan hebat. Jadi pengen nyoba lagi..en lagi..!!Whehe..dasar katrok..!!
Pertama kali memasuki base camp SONGA (adventure travel agency yg kami pilih) jiwa petualangku serasa bangkit lagi. Secara, udah lama banget ga pernah ngerasain "the real back to nature". Hehe..coz,nangkring diatas genting (serasa naik gunung) aja udah ga pernah aku jabanin lagi sekarang. Rasa rindu berbaring di rumput sambil menatap bintang2 (sayang ga ada bulan) dilangit terobati sudah. Kemeriahan api unggun, bakar2 jagung plus singkong, en hangatnya tidur di tenda..ku nikmati dengan seksama. Kusimpan dihatiku rapat2.
Hal yang paling menyejukkan adalah saat2 dimusholla. Sejak pertama kali datang, aku sangat menyukai suasananya (salut buat SONGA). Syahdu banget. Musholla terletak tepat di pinggiran sungai. Bentuk bangunan yg berupa gazebo, membuat kita sholat sembari merasakan terpaan angin semilir. Suara arus sungai ditengah keheningan menambah keindahan susana hati insan yang sedang bermunajat kepada Sang Pencipta Alam. Sempat ku mendengar celetukan dari seorang sahabat yang mampu mengembangkan senyum. "Sumpah, mushollanya asik banget. Jadi pengen lama2 disana. Aku aja yg jarang bgt berdoa setelah sholat, jadi berdoa lama banget..". Maka, Nikmat Allah manakah yang kamu dustakan..Ya Rabb..aku yakin bukan hanya aku dan sahabatku itu saja yg merasakan kenikmatan itu.
Dan keindahan itu makin terasa saat shubuh. Walo air wudlu sedingin es disertai udara pagi membuat seluruh tubuhku menggigil, rasanya aku pengen terus menikmati suasana ini. Karena ku bisa rasakan seluruh semesta tunduk dan bertasbih memuji kebesaran Allah SWT. Hamba mencintaiMu ya, Rabb..
Sensasi kekaguman terus berlanjut hingga saat Rafting. Stelah mendapat pengarahan dari pihak SONGA, maka kami diangkut dengan menggunakan pick up menuju lokasi Rafting. Turun dari Pick up, kami masih menempuh perjalanan jalan kaki 800 m untuk menuju tepian sungai. Subhanallah, tak henti2nya kami bertasbih memuji kebesaran Allah. Karena sepanjang perjalanan kami terbentang bukti2 keMahaan-Nya.
IN THE RIVER
Sebelum mulai menyusuri aliran sungai, Guide kami mengajak untuk berdoa sejenak. Dalam do'aku selain berharap LindunganNya untuk kami semua, aku mohon juga agar adventure ini ga sia2. Semoga ada hikmah yg bisa aku dapatkan dari perjalanan ini. En dimulailah perjalanan itu...
Arus sungai membawa perahu karet kami menyusuri sungai Pekalen. Trip yang kami pilih adalah trip atas. Debit sungai yang sedang2 saja,membuat perahu kami sering sekali tersangkut diantara batu2an. Salut abis buat Mas Syamsul, Guide kami. Dengan sabar, dia menarik perahu kami lepas dari jepitan batu. Saat melewati jeram2 yg deras,air menerpa masuk ke dalam perahu, sehingga sekujur tubuh pun tersiram air. Tawa dan teriakan lepas membahana. Alhamdulillah..jepitan syaraf stress pun terurai. Terkadang kami semua hanyut dalam keheningan, saat perahu kami melewati beberapa air terjun. Subhanallah..tak henti2nya hatiku bertasbih. Segalanya begitu Indah..ku merasa amat sangat kecil dihadapanNYa. Dan saat2 seperti itu, membuat kami semua terpesona dan tak menghiraukan semua aba2 dari Guide kami tercinta, Mas Syamsul.
"Maju..maju"
Ga ada respon..
"Dayung..dayung.."
Hanya 1-2 yang respon untuk mengayuh dayung..
Akibatnya perahu berputar2, mencoba melawan arus air. Dan berakhir diantara jepitan batu. So sorry ya,mas Syamsul...
Setelah tiga jam terombang-ambing diatas perahu karet, akhirnya trip ini mencapai finish.
Alhamdulillah, ya Rabb..
Karena Engkau telah melindungi kami semua dalam perjalanan. Terima kasih atas kesempatan ini. Menatap Alam Ciptaanmu membuatku semakin yakin..Bahwa tak Ada Tuhan Selain Allah SWT. Sungguh hanya satu janjiku..Takkan Berpaling DariMu..
Pertama kali memasuki base camp SONGA (adventure travel agency yg kami pilih) jiwa petualangku serasa bangkit lagi. Secara, udah lama banget ga pernah ngerasain "the real back to nature". Hehe..coz,nangkring diatas genting (serasa naik gunung) aja udah ga pernah aku jabanin lagi sekarang. Rasa rindu berbaring di rumput sambil menatap bintang2 (sayang ga ada bulan) dilangit terobati sudah. Kemeriahan api unggun, bakar2 jagung plus singkong, en hangatnya tidur di tenda..ku nikmati dengan seksama. Kusimpan dihatiku rapat2.
Hal yang paling menyejukkan adalah saat2 dimusholla. Sejak pertama kali datang, aku sangat menyukai suasananya (salut buat SONGA). Syahdu banget. Musholla terletak tepat di pinggiran sungai. Bentuk bangunan yg berupa gazebo, membuat kita sholat sembari merasakan terpaan angin semilir. Suara arus sungai ditengah keheningan menambah keindahan susana hati insan yang sedang bermunajat kepada Sang Pencipta Alam. Sempat ku mendengar celetukan dari seorang sahabat yang mampu mengembangkan senyum. "Sumpah, mushollanya asik banget. Jadi pengen lama2 disana. Aku aja yg jarang bgt berdoa setelah sholat, jadi berdoa lama banget..". Maka, Nikmat Allah manakah yang kamu dustakan..Ya Rabb..aku yakin bukan hanya aku dan sahabatku itu saja yg merasakan kenikmatan itu.
Dan keindahan itu makin terasa saat shubuh. Walo air wudlu sedingin es disertai udara pagi membuat seluruh tubuhku menggigil, rasanya aku pengen terus menikmati suasana ini. Karena ku bisa rasakan seluruh semesta tunduk dan bertasbih memuji kebesaran Allah SWT. Hamba mencintaiMu ya, Rabb..
Sensasi kekaguman terus berlanjut hingga saat Rafting. Stelah mendapat pengarahan dari pihak SONGA, maka kami diangkut dengan menggunakan pick up menuju lokasi Rafting. Turun dari Pick up, kami masih menempuh perjalanan jalan kaki 800 m untuk menuju tepian sungai. Subhanallah, tak henti2nya kami bertasbih memuji kebesaran Allah. Karena sepanjang perjalanan kami terbentang bukti2 keMahaan-Nya.
IN THE RIVER
Sebelum mulai menyusuri aliran sungai, Guide kami mengajak untuk berdoa sejenak. Dalam do'aku selain berharap LindunganNya untuk kami semua, aku mohon juga agar adventure ini ga sia2. Semoga ada hikmah yg bisa aku dapatkan dari perjalanan ini. En dimulailah perjalanan itu...
Arus sungai membawa perahu karet kami menyusuri sungai Pekalen. Trip yang kami pilih adalah trip atas. Debit sungai yang sedang2 saja,membuat perahu kami sering sekali tersangkut diantara batu2an. Salut abis buat Mas Syamsul, Guide kami. Dengan sabar, dia menarik perahu kami lepas dari jepitan batu. Saat melewati jeram2 yg deras,air menerpa masuk ke dalam perahu, sehingga sekujur tubuh pun tersiram air. Tawa dan teriakan lepas membahana. Alhamdulillah..jepitan syaraf stress pun terurai. Terkadang kami semua hanyut dalam keheningan, saat perahu kami melewati beberapa air terjun. Subhanallah..tak henti2nya hatiku bertasbih. Segalanya begitu Indah..ku merasa amat sangat kecil dihadapanNYa. Dan saat2 seperti itu, membuat kami semua terpesona dan tak menghiraukan semua aba2 dari Guide kami tercinta, Mas Syamsul.
"Maju..maju"
Ga ada respon..
"Dayung..dayung.."
Hanya 1-2 yang respon untuk mengayuh dayung..
Akibatnya perahu berputar2, mencoba melawan arus air. Dan berakhir diantara jepitan batu. So sorry ya,mas Syamsul...
Setelah tiga jam terombang-ambing diatas perahu karet, akhirnya trip ini mencapai finish.
Alhamdulillah, ya Rabb..
Karena Engkau telah melindungi kami semua dalam perjalanan. Terima kasih atas kesempatan ini. Menatap Alam Ciptaanmu membuatku semakin yakin..Bahwa tak Ada Tuhan Selain Allah SWT. Sungguh hanya satu janjiku..Takkan Berpaling DariMu..
Subscribe to:
Posts (Atom)