Kalo yang namanya belahan jiwa itu
ada...
orang yang membuat kita merasa
lengkap, bahagia dan terpenuhi itu
sungguh nyata, maka pertanyaanya
adalah...
Dimanakah soulmate itu berada?
Terselip diantara gedung2 jangkung
Ibu kota?
Terpencil di tengah lautan?
Sedang berkelana dalam rimbanya
hutan?
Mengejar angin, memanah awan,
membanting petir?
Atau tersembunyi dibalik rumitnya
mesin angka dan teknologi?
Apakah dia seorang yang jauh?
Pangeran impian dari negeri antah
berantah?
atau seseorang yang sangat dekat,
yang jaraknya hanya terpisah satu
helaan napas dan satu kedipan mata?
Atau sesungguhnya soulmate itu tidak
pernah ada?
Hanya kisah penghibur lara yang sudah
ada sejak zaman dulu kala?
Isapan jempol bagi jiwa2 sederhana
yang masih percaya pada asa?
Ini aku sadur dari blog salah satu sahabatku (hehe..en dia juga nyadur dari soulmate.com). Membuat aku sedikit berpikir juga bout it.Adakah soulmate itu?Siapakah yang akan menjadi soulmateku kelak?Apakah someone yang saat ini selalu ada dalam hatiku?Atau malah seseorang yang kehadirannya masih menunggu saat yang tepat?Lalu..bagaimanakah perasaanku nantinya kepada someone bila ternyata bukan dia soulmateku?Akankah rasa ini akan memudar dan hanya tinggal kenangan?Weleh...falling in love membuatku makin sentimentil plus mendramatisir keadaan.Apalagi aku falling in love pada someone yang tidak seharusnya.Ntahlah...tapi hanya dengannya aku merasakan "rasa" ini.Dan yang bisa aku lakukan hanyalah pasrah kepadaNya.Karena aku tak pernah tau apa rencana Allah untukku.Yang pasti aku yakin Allah akan memberikan yang terbaik untukku dan untuknya.Amin...
"Hendaknya kita menyadari bahwa musibah yang menimpa kita bukanlah untuk memusnahkan kita, sesungguhnya kehadiran musibah tersebut hanyalah untuk menguji sampai dimanakah kesabaran kita"(Ibnu Qayyim). Roda kehidupan tak pernah berhenti berputar. Setiap manusia selalu mengalami perputarannya. Saat duka menghampiri, janganlah bersedih..yakinlah bahwa bahagia akan segera menghampirimu. Sesungguhnya kehidupan ini selalu indah bila kita pandai bersyukur dan mencari hikmah dalam setiap kejadian.
Saturday, November 17, 2007
Monday, November 05, 2007
Lagu Religinya Ungu....
Lagu ini keren..sekeren sinetronnya. Sinetron favorit keluarga nih. Semoga nantinya akan semakin banyak sinetron yang bermutu seperti ini. Yang ga cuma menghibur, tapi juga sarat dengan hikmah.
PARA PENCARI-MU
[intro]: D D Bm G D A
D
Menjalani hitam putih hidupku
Bm
Membuatku mengerti
G
Arti hadir-Mu dalam
D
Setiap langkah-langkahku berarti
D
Melewati setiap detik waktuku
Bm
Bersama takdirmu
G
Membuatku mengerti
D
Hanyalah pada-Mu ku kembali
[bridge]
G A Bm G
Ku bersujud kepada-Mu memohon ampunan-Mu
G A Bm A
adakah jalan untukku tuk kembali pada-Mu
[reff]
D
Akulah para pencari-Mu ya Allah
Bm
Akulah yang merindukan-Mu ya rabbi
G
Tunjukkan ku jalan yang lurus
D A
Untuk kutambatkan langkahku
D
Akulah para pencari-Mu ya Allah
Bm
Akulah yang merindukan-Mu ya rabbi
G
Hanya di jalan-Mu ya Allah
D A
Tempatku pasrahkan hidupku
[int] Bm G D A
to : [bridge], [reff]
[coda] D Bm G A D A 2x D
PARA PENCARI-MU
[intro]: D D Bm G D A
D
Menjalani hitam putih hidupku
Bm
Membuatku mengerti
G
Arti hadir-Mu dalam
D
Setiap langkah-langkahku berarti
D
Melewati setiap detik waktuku
Bm
Bersama takdirmu
G
Membuatku mengerti
D
Hanyalah pada-Mu ku kembali
[bridge]
G A Bm G
Ku bersujud kepada-Mu memohon ampunan-Mu
G A Bm A
adakah jalan untukku tuk kembali pada-Mu
[reff]
D
Akulah para pencari-Mu ya Allah
Bm
Akulah yang merindukan-Mu ya rabbi
G
Tunjukkan ku jalan yang lurus
D A
Untuk kutambatkan langkahku
D
Akulah para pencari-Mu ya Allah
Bm
Akulah yang merindukan-Mu ya rabbi
G
Hanya di jalan-Mu ya Allah
D A
Tempatku pasrahkan hidupku
[int] Bm G D A
to : [bridge], [reff]
[coda] D Bm G A D A 2x D
LoVe
Beberapa orang mengatakan...Adalah Cinta ketika Seluruh yang kau inginkan terhadap seseorang adalah melihatnya Bahagia. Walaupun..kau tidak menjadi bagian dalam kebahagiaan orang tersebut.
Hatiku lantas bertanya...Cintakah ini?Sesuatu yang kini tengah aku rasakan terhadap seseorang.Karena aku hanya ingin melihatnya bahagia dunia akhirat, walo aku tau mungkin ketika dia bahagia,aku akan terlupakan.Cintakah ini..ketika aku tak tau apa alasanku begitu menginginkannya bahagia.Karena ketika mendengar tawanya saja sudah bisa membuatku ikut bahagia.Cintakah ini...karena dia telah menempati sisi ruang hatiku.Menjadi bagian dalam setiap do'a2ku.Yang selama ini hanya ku peruntukkan bagi orang tua,kakak2,adik2,serta keluarga en sahabat2 yang memang mencintaiku. Sedangkan Dia...aku tak pernah tau apakah dia juga mencintaiku.Yang aku tau aku cuma pernah sempat ada dihatinya..tanpa memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan hatinya.Apakah ini Cinta...bila aku selalu memohon kepadaNya agar rasa ini bisa kumiliki selamanya..dengan tulus dan ikhlas hanya mengharap ridloNya.Apakah ini Cinta..bila aku yang paling merasa tidak rela apabila dia bersedih.
Dan sampai lelah aku bertanya-tanya..sesungguhnya semua pertanyaan itu menyadarkanku bahwa aku memang MenCintainya...
Dan ketika aku bertanya alasan apa yang membuatku mencintainya?Karena bila aku mencintainya karena fisik,wajahnya saja samar dalam ingatanku. Bila aku mencintainya karena keimanannya, aku yakin seandainya dia terperosok dan kehilangan imannya (semoga dia tetap Istiqomah ya Allah)..Insya Allah aku akan menjadi salah seorang yang akan berusaha memperoleh kembali imannya.
Hingga aku merasa lelah mencari alasan itu, seorang sahabat menjawabnya dengan simple..Bahwa Cinta memang tak butuh alasan...
Hatiku lantas bertanya...Cintakah ini?Sesuatu yang kini tengah aku rasakan terhadap seseorang.Karena aku hanya ingin melihatnya bahagia dunia akhirat, walo aku tau mungkin ketika dia bahagia,aku akan terlupakan.Cintakah ini..ketika aku tak tau apa alasanku begitu menginginkannya bahagia.Karena ketika mendengar tawanya saja sudah bisa membuatku ikut bahagia.Cintakah ini...karena dia telah menempati sisi ruang hatiku.Menjadi bagian dalam setiap do'a2ku.Yang selama ini hanya ku peruntukkan bagi orang tua,kakak2,adik2,serta keluarga en sahabat2 yang memang mencintaiku. Sedangkan Dia...aku tak pernah tau apakah dia juga mencintaiku.Yang aku tau aku cuma pernah sempat ada dihatinya..tanpa memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan hatinya.Apakah ini Cinta...bila aku selalu memohon kepadaNya agar rasa ini bisa kumiliki selamanya..dengan tulus dan ikhlas hanya mengharap ridloNya.Apakah ini Cinta..bila aku yang paling merasa tidak rela apabila dia bersedih.
Dan sampai lelah aku bertanya-tanya..sesungguhnya semua pertanyaan itu menyadarkanku bahwa aku memang MenCintainya...
Dan ketika aku bertanya alasan apa yang membuatku mencintainya?Karena bila aku mencintainya karena fisik,wajahnya saja samar dalam ingatanku. Bila aku mencintainya karena keimanannya, aku yakin seandainya dia terperosok dan kehilangan imannya (semoga dia tetap Istiqomah ya Allah)..Insya Allah aku akan menjadi salah seorang yang akan berusaha memperoleh kembali imannya.
Hingga aku merasa lelah mencari alasan itu, seorang sahabat menjawabnya dengan simple..Bahwa Cinta memang tak butuh alasan...
Subscribe to:
Posts (Atom)